HUKUM

Detik-detik Penangkapan Nurhadi, KPK Sempat Mendapat Perlawanan


Jakarta, OborSultra.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menangkap mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi (NHD) dan menantunya yang bernama Rezky Herbiyono (RH). Diketahui bahwa eduanya buron atas kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di MA. Selama ini Nurhadi menjadi buron setelah dikabarkan memang hidup dengan santai di sebuah apartemen amat mewah dengan penjagaan privasi yang ketat.

Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango menyatakan bahwa KPK menangkap Nurhadi dan menantunya Rezky pada Senin malam, 1 Juni 2020. Penangkapan itu dilakukan tak lama setelah Maghrib pada Senin kemarin itu.

“Tadi usai Maghrib saya diminta teman-teman satgas penyidik untuk ke kantor berdiskusi rencana penangkapan. Terima kasih dan penghargaan kepada rekan-rekan penyidik dan unit terkait lainnya yang terus bekerja sampai berhasil menangkap NHD dan menantunya, RH,” kata Nawawi saat dikonfirmasi awak media, Senin, (1/5/2020).

Nawawi mengatakan Nurhadi dan menantunya diamankan di sebuah rumah daerah Jakarta Selatan. Dia karena itu mengingatkan bahwa selama ini KPK terus bekerja. Buktinya buron KPK yang termasuk kakap itu berhasil dibekuk.

“Iya pintu tidak dibuka, KPK koordinasi dengan RT setempat untuk buka paksa agar disaksikan baru kemudian dibuka paksa,” ungkap Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, Selasa (2/6/2020).

KPK kemudian telah menetapkan tiga orang tersangka. Ketiga tersangka itu yakni Nurhadi sendiri, menantu Nurhadi yaitu Rezky Herbiono dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) Hiendra Soenjoto.

Mereka selama ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buron karena tiga kali mangkir alias tidak memenuhi pangggilan pemeriksaan KPK. Baik Nurhadi, Rezky maupun Hiendra telah dicegah untuk bepergian ke luar negeri.(*ard)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait


Back to top button
Close