NASIONAL

PPKM Level 4 Berakhir Besok, Pakar Bencana Sarankan Diperpanjang Dengan Fokus Luar Jawa-Bali

"Guru besar sosiologi bencana Singapura, Prof Sulfikar Amir mendorong pemerintah melakukan pengetatan pembatasan di luar Jawa-Bali"


Jakarta, OborSultra | Pemerintah bakal mengumumkan keputusan lanjutan terkait kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 yang berakhir pada 2 Agustus 2021 pada Senin (2/8/2021).

Sejumlah daerah menerapkan level PPKM berbeda sesuai dengan kategori yang diatur pemerintah. PPKM di Jawa-Bali didominasi level 3-4. Sementara di luar Jawa-Bali, daerah-daerah menerapkan PPKM beragam dari level 2 hingga 4.


Saat mengumumkan masa perpanjangan minggu lalu, pemerintah sudah mulai menyesuaikan sejumlah aktivitas masyarakat. Hal ini dilakukan secara bertahap dengan ekstrahati-hati.

Baca Juga:

“Dengan mempertimbangkan aspek kesehatan, aspek ekonomi, dan dinamika sosial, saya memutuskan melanjutkan penerapan PPKM level 4 dari tanggal 26 Juli sampai dengan 2 Agustus 2021. Namun kita akan melakukan beberapa penyesuaian terkait aktivitas dan mobilitas masyarakat yang dilakukan secara bertahap dengan pelaksanaan yang ekstrahati-hati,” demikian isi pidato Presiden Jokowi saat dalam konferensi virtual yang ditayangkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (25/7/2021).

Pemerintah sebelumnya memutuskan melaksanakan PPKM Darurat sejak 3 hingga 20 Juli di Pulau Jawa-Bali. Kemudian, pemerintah mengubah nama kebijakan tersebut menjadi PPKM Level 4 dan memperpanjang mulai 21-25 Juli.

Setelah itu, pemerintah kembali memperpanjang PPKM Level 4 mulai 26 Juli hingga 2 Agustus 2021. Walau tak jauh berbeda dengan PPKM Darurat, namun pada PPKM Level 4 pemerintah memberikan beberapa kelonggaran untuk pelaku usaha kecil.

Awalnya, PPKM Darurat ditargetkan dapat menekan kasus positif covid-19 di bawah 10 ribu kasus per hari. Namun, selama PPKM level 4 kasus positif dan angka kematian masih tinggi.

Berdasarkan data yang dihimpun Satuan Tugas Penanganan (Satgas) Covid kasus kematian masih di kisaran angka seribu, sementara kasus harian fluktuatif, namun masih di angka 30 hingga 40 ribu kasus.

Pada tanggal 26 Juli, kasus kematian akibat Covid mencapai 1.487, sementara kasus harian 28.229 kasus. Lalu, pada 27 Juli, angka kematian Indonesia pecah rekor, dengan 2.069 kasus. Jumlah ini juga menjadi angka kematian tertinggi sejak pandemi pertama kali diumumkan pada Maret 2020 lalu.

Adapun pada 28 Juli, angka kematian menurun meski tak signifikan dengan, 1.824 kasus. Sedang, penambahan kasus harian Covid-19, sebanyak 47.791 kasus.

Kemudian pada 29 Juli, Satgas mencatat sebanyak 1.893 meninggal akibat virus corona, sementara kasus harian bertambah 43.479 kasus.

Pakar bencana menyarankan agar PPKM level 4 yang berakhir pada 2 Agustus diperpanjang

Guru besar bidang sosiologi bencana dari Universitas Teknologi Nanyang Singapura, Prof Sulfikar Amir, menjelaskan bahwa memang saat ini kasus Corona di Jawa-Bali cenderung menurun. Dia menilai Jawa-Bali telah mendapat efek dari PPKM darurat hingga PPKM level 4.

“Kalau kita lihat Jawa-Bali ada kecenderungan turun. Walaupun Bali itu masih kritis. Lalu Provinsi seperti Jakarta jumlah kasusnya tampak menurun cukup signifikan, Jawa Timur saya nggak terlalu yakin, sama Jawa Tengah. Jawa Barat cukup menurun. Tapi secara keseluruhan Jawa-Bali ini bisa dibilang sudah merasakan PPKM darurat hingga level 4 ini,” kata Sulfikar Amir kepada wartawan, Minggu (1/8/2021).

Kendati demikian, dia menyarankan pemerintah tidak melakukan pelonggaran pembatasan yang terlalu cepat. Pasalnya, secara agregat kasus Corona harian masih tinggi.

“Saya menyarankan pemerintah tidak melakukan pelonggaran terlalu cepat. Karena secara agregat jumlah kasus hariannya masih tinggi. Walaupun ada daerah yang menurun. Tapi daerah-daerah terkoneksi satu sama lain. Jadi ketika ada satu daerah yang menurun, dia akan naik lagi ketika ada pelonggaran,” ungkapnya.

Dia mengatakan pemerintah harus fokus dalam penanganan di luar Pulau Jawa-Bali. Sebab, fasilitas kesehatan di beberapa daerah di luar Jawa-Bali sangat terbebani.

“Concern di luar Jawa-Bali. Di Papua, Kalimantan, dan Sumatera, jadi fasilitas kesehatannya sudah sangat berat. Jadi ada kenaikan status daruratnya. Jadi harus seperti level 4 di Jawa-Bali,” tuturnya.

Selain itu, dia mendorong pemerintah melakukan pengetatan pembatasan di luar Jawa-Bali. Mobilitas orang dari luar Jawa-Bali juga harus diperketat.

“Saran saya luar Jawa-Bali ini diperketat pembatasannya. Dan saat bersamaan, orang-orang di luar Jawa mobilitasnya harus dibatasi sangat ketat. Supaya kasusnya tidak kembali ke Jawa,” jelasnya.(*ade)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker