fbpx Akhirnya, Raja Thailand Maha Vajiralongkorn Buka Ruang Dialog Dengan Pengunjuk Rasa - OborSultra.com INTERNASIONAL
INTERNASIONAL

Akhirnya, Raja Thailand Maha Vajiralongkorn Buka Ruang Dialog Dengan Pengunjuk Rasa

""

Jakarta, OborSultra.com – Ketika protes massa anti pemerintah berkembang di seluruh Thailand dengan seruan me-reformasi sistim monarki di negara tersebut, Raja Maha Vajiralongkorn menyebut negaranya “tanah kompromi,” menunjukkan mungkin adanya dialong dan jalan keluar setelah selama berbulan-bulan mengalami kebuntuan.

Raja Thailand membuat komentar publik pertamanya tentang demo besar-besaran yang melanda negeri itu yang telah berlangsung lebih dari empat bulan dalam wawancara dengan sejumlah media asing setelah dirinya turun menemui pendukungnya pada upacara keagamaan di Grand Palace.

Ditanya tentang apa yang akan dia katakan kepada para pengunjuk rasa yang telah berbulan-bulan menyerukan reformasi, Raja Vajiralongkorn mengatakan “no comment,” sebelum menambahkan, “Kami mencintai mereka semua sama. Kami mencintai mereka semua sama. Kami mencintai mereka semua. sama.” ujar Raja Maha Vajiralongkorn.

Ditanya apakah ada ruang untuk kompromi dengan pengunjuk rasa yang menuntut pembatasan kekuasaannya, Vajiralongkorn mengatakan bahwa, “Thailand adalah negeri kompromi.” sebutnya.

Ini adalah pertama kalinya raja berusia 68 tahun itu berbicara dengan media asing sejak 1979 ketika dia menjadi Putra Mahkota.

Pada upacara keagamaan di Grand Palace tersebut, media internasional diundang untuk duduk bersama-sama kerumunan pendukung royalis yang menunggu untuk melihat Raja.

Biasanya, hanya tim media kerajaan yang diizinkan meliput acara kerajaan tahunan semacam ini, terutama di Grand Palace. Sebuah tanda bahwa Raja mungkin ingin meningkatkan citranya secara internasional karena gerakan protes massa merupakan tantangan langsung terhadap pemerintahannya. .

Tuntutan utama dari para demonstran tersebut adalah reformasi besar-besaran terhadap sistim monarki kerajaan Thailand dengan kekuasaan raja yang tak terbatas.

Seperti diketahui, Thailand memiliki beberapa undang-undang ‘lese majeste’ atau pasal penghinaan kepada kepala negara paling ketat di dunia, dan mengkritik Raja, Ratu, atau ahli warisnya dapat mengakibatkan hukuman penjara maksimal 15 tahun.

Ketika Thailand bergulat dengan kemerosotan ekonomi yang diperburuk oleh langkah-langkah untuk mengendalikan pandemi virus corona, pengunjuk rasa mulai menyoroti kekayaan dan kekuasaan Raja Vajiralongkorn yang luar biasa.

Senin lalu, ribuan pengunjuk rasa Thailand berbaris ke kedutaan Jerman di Bangkok meminta pemerintah Jerman untuk menyelidiki apakah Raja telah melakukan bisnis negara selama waktunya di negara itu. Dalam surat yang diserahkan ke Kedutaan Besar Jerman di Thailand, pengunjuk rasa juga meminta pemerintah Jerman menyelidiki catatan pajak Raja.

Dikutip dari CNN, pihak berwewenang di Berlin mengatakan tidak dapat mencampuri urusan politik Vajiralongkorn dan Menteri Luar Negeri negara itu Heiko Maas mengatakan pihaknya hanya bisa memantau selama kunjungan Raja Maha Vajiralongkorn ke Jerman.

“Kami memantau ini dalam jangka panjang,” kata Maas pada konferensi pers Senin lalu. “Ini akan memiliki konsekuensi langsung jika ada hal-hal yang kami nilai ilegal,” kata Heiko Maas.

Dalam sidang luar biasa parlemen pada Senin, pemerintah Prayuth menolak seruan dari partai-partai oposisi untuk mundur tetapi mengindikasikan bahwa pemerintah mendukung amandemen konstitusi.

Seorang aktivis menanggapi ini seraya berkata komentar raja hanya sebatas kata-kata. “Kata kompromi adalah kebalikan dari apa yang sebenarnya terjadi … seperti pelecehan dan penggunaan kekerasan dan penggunaan hukum,” kata Jutatip Sirikhan (21).

Puluhan pengunjuk rasa telah ditangkap berdasarkan undang-undang darurat yang diberlakukan oleh negara tersebut. Tindakan darurat, yang melarang pertemuan publik lebih dari empat orang. (*Ard)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker