NASIONAL

Tiga Mahasiswa Sultra Asal Konawe Utara Yang Tiba dari Hubei Tidak Dikarantina


Jakarta, OborSultra.com – Tiga mahasiswa asal Kabupaten Konawe Utara (Konut) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali ke Tanah Air tanpa melalui prosedur karantina oleh pemerintah pusat. Tiga mahasiswa tersebut merupakan bagian dari sepuluh mahasiswa asal Konawe Utara yang menempuh studi China.

Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Konawe Utara, La Ode Aminuddin menyatakan tiga dari sepuluh mahasiswa asal Sultra yang berada di Hubei telah pulang pekan lalu bernama Putri Yocphita Tri Resky, Aziza Arista Widya dan Fingki Dwi Salas. Ketiganya kuliah di Hubei University of Arts And Science dan tinggal di Kota Xiangyang, Provinsi Hubei, sisanya tujuh orang.

“Mereka sekarang sudah berada di Konawe Utara dan pulang minggu lalu,” katanya, Minggu (2/2/2020).

Baca juga : Penyebaran Makin Meluas, KBRI Beijing Imbau WNI Segera Tinggalkan China

Ia menjelaskan di saat kabar virus corona mewabah di negeri tirai bambu itu, Bupati Konawe Utara Dr. Ir. H. Ruksamin, ST., M.Si., IPM. Asean Eng., sudah terlebih dahulu menginstruksikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk berkoordinasi dengan kampus tempat mahasiswa Konut kuliah.

Hasil dari koordinasi itu, hanya tiga mahasiswa yang pulang. Namun demikian, ketiganya diduga tidak sempat dikarantina saat pulang di Kendari Sulawesi Tenggara.

“Sebenarnya mereka masih aman-aman karena jarak tempat tinggal mereka dengan Kota Wuhan sekitar 200 kilometer. Namun dengan petunjuk KBRI, maka mereka pulang lebih awal,” kata dia.

Baca juga : Ini Penjelasan Dokter Tentang Virus corona, Gejala dan Bahayanya

Sementara, tujuh orang mahasiswa asal Konut lainnya masih berada di China, tepatnya di Kota Chifeng. Ketujuh mahasiswa itu adalah Nurfaizah Haling, Aswia, Made Feni Wihandayani, Valentinus Teko, Fadhillah Ma’ruf Ibrahim, Muthiah Damayanti dan Siska Ayu Lestari. Mereka kuliah Chifeng University.

Menurut Aminuddin, ketujuh mahasiswa asal Konut itu masih enggan pulang ke Tanah Air karena tempat mereka tinggal masih aman dari virus corona.

“Tujuh orang aman jauh dari virus. Jaraknya seperti dari Jakarta ke Kota Kendari. Sekarang mereka masih aman-aman dan saya baru bicara dengan mereka, tapi mereka sendiri masih merasa aman katanya di sana,” tuturnya.

Meski demikian, lanjut dia, bila situasi sudah tidak memungkinkan lagi, ketujuh mahasiswa tersebut akan memberi kabar untuk dievakuasi segera.

Satu dari 238 WNI yang dievakuasi dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China diketahui merupakan mahasiswa asal Sulawesi Tenggara (Sultra).

Yayu Indah Maharani (21 thn), putri pertama mantan Ketua KPU Sultra Hidayatullah itu telah berada di tempat karantina di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Minggu (2/1/2020).

Baca juga : DPRD Sultra Desak Pemegang IUP Segera Periksakan Kesehatan TKA Asal China

Dihubungi melalui telepon selulernya, Hidayatullah mengaku sudah mendapat kabar putrinya telah dievakuasi dari Wuhan, kota yang menjadi pusat penyebaran virus corona sebelum diangkut di pesawat Batik Air menuju Bandara Hang Nadim Batam.

Yayu, lanjut Hidayatullah, mengabarkan bahwa dalam kondisi sehat dan tidak terjangkit coranvirus.

“Alhamdullilah anak saya Yayu sudah tiba tadi pagi di Natuna dalam keadaan sehat,” katanya, Minggu (2/2/2020).

Meski telah tiba di Tanah Air, Hidayatullah berharap bisa menemui langsung putrinya selepas observasi kesehatan selama 14 hari di lokasi evakuasi yang dipilih Pemerintah Indonesia.

“Kami orang tua akan dikonfirmasi lebih lanjut oleh otoritas militer dan kesehatan di Natuna kapan kami akan menjemput anak-anak setelah clear pemeriksaan kesehatan,” tuturnya.(ema)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait


Back to top button
Close