KESEHATAN

Siapa Saja yang Lebih Rentan Terjangkit Virus Corona?


Canberra, OborSultra.com – Di saat sejumlah negara, seperti Australia, sedang bersiap jika virus corona kemungkinan menjadi pandemik di dunia, para pakar kesehatan sudah mulai bisa mengetahui siapa saja yang paling beresiko terjangkit COVID-19. Sejauh ini, anak-anak tampaknya paling aman dari kemungkinan terkena infeksi.

Dr Brendan Murphy, Kepala Bidang Medis Australia mengatakan hal yang mengejutkan adalah hanya beberapa anak-anak saja yang terkena infeksi virus corona.

Baca juga : Kasus Corona di Indonesia, WHO Tak Terkejut dan Perkirakan ‘Akan Muncul Kasus-kasus Lagi Dalam Beberapa Hari Mendatang’

“Ini hal yang tidak biasa dibandingkan dengan flu biasa. Kami tidak tahu, apakah anak-anak sebenarnya terinfeksi namun karena gejalanya ringan sehingga tidak tampak, atau mereka tidak sakit, atau mereka memang lebih kebal terhadap virus tersebut,” kata Murphy Hari Senin (2/3/2020), dikutip dari siaran ABC Australia.

Professor Robert Booy dari Pusat Penelitian Imunisasi dan Pemantauan mengatakan karena alasan tertentu anak-anak hanya terkena gejala yang ringan. “Anak-anak yang terkena virus dari sejumlah negara sejauh ini hanya memiliki gejala ringan, seperti demam dan gangguan pernapasan tubuh bagian atas.” kata Prof Booy.





Sejauh ini tidak ada anak-anak yang dilaporkan mengalami komplikasi serius. Namun sebaliknya, jika hal tersebut terjadi pada orang dewasa atau yang sudah lanjut usia.

“Di tubuh orang dewasa, reaksinya berbeda, mungkin karena tubuh mereka sudah pernah terkena infeksi virus corona sebelumnya, sehingga sistem kekebalan tubuh mereka bereaksi berlebihan,” kata Prof Booy.

Baca juga : Kapolsek Gunung Kijang Pastikan TKA China Tewas di Bintan Bukan Karena Corona

Berbeda dengan wabah penyakit sebelumnya, para dokter di seluruh dunia sekarang dengan cepat bisa menganalisa siapa saja yang paling beresiko tertular virus corona. Salah satu studi yang dilakukan adalah dengan melihat lebih dari 72 ribu pasien yang terkena COVID-19 dari China. Para peneliti menemukan kebanyakan orang hanya mengalami gejala ringan dan mereka tidak sampai meninggal.

Angka kematian terjadi pada mereka yang sudah mengalami kondisi kesehatan serius, seperti penyakit jantung, diabetes, tekanan darah tinggi dan kanker. Dilaporkan tidak ada anak-anak yang meninggal dan diketahui sejauh ini yang meninggal adalah mereka yang berusia di atas 70 tahun. Angka kematian paling tinggi di antara mereka yang terkena virus corona adalah diatas 80 tahun.

Penelitian lain yang sudah dipublikasikan di ‘Journal of the American Medical Association’ melakukan analisas siapa yang masuk ke rumah sakit di China karena gejala pneumonia akibat virus corona. Dari 138 pasien, rata-rata adalah pria dengan usia sekitar 56 tahun. Gejala yang paling umum adalah demam, batuk kering, kelelahan, dan merasa tidak enak badan. Gejala lainnya adalah sakit kepala, pusing, sakit perut dan diare.

Baca juga : Pemerintah Arab Saudi Hentikan Visa Umroh Sementara Waktu

Penelitian yang sudah ada sejauh ini akan digunakan oleh pakar Australia untuk melakukan penanganan virus corona, khususnya di kalangan lansia atau yang tinggal di panti jompo.(ade)


Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Back to top button
Close