NASIONAL

Kebijakan Aturan Baru Pemberian THR Kepada PNS


Jakarta, OborSultra.com – Kebijakan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) telah disiapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Menteri Keuangan tertanggal 30 April 2020 yang ditujukan kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB).

Dalam surat Menteri Keuangan nomor S-343/MK.02/2020 tanggal 30 April 2020, Sri Mulyani menyebut THR PNS akan dibayarkan paling cepat 10 hari sebelum hari raya.

“THR dibayarkan paling cepat 10 hari kerja sebelum tanggal hari Raya. Dalam hal THR tersebut belum dapat dibayarkan, THR dapat dibayarkan setelah tanggal Hari Raya,” tulis Sri Mulyani, Minggu (3/5/2020).

Surat tersebut juga merinci 13 jenis jabatan PNS, TNI, Polri yang bakal mendapat THR. Adapun 13 jenis jabatan tersebut yaitu :

  1. PNS,
  2. Prajurit TNI,
  3. Anggota Polri,
  4. PNS, Prajurit TNI, anggota Polri yang ditempatkan atau ditugaskan di perwakilan RI di luar negeri,
  5. PNS, Prajurit TNI, anggota Polri yang ditugaskan di luar instansi luar negeri yang gajinya dibayar oleh instansi induk,
  6. PNS, Prajurit TNI, anggota Polri penerima uang tunggu,
  7. Penerima gaji terusan PNS, Prajurit TNI, anggota Polri yang meninggal dunia, tewas, atau gugur,
  8. PNS, Prajurit TNI, anggota Polri yang dinyatakan hilang,
  9. Hakim dalam jabatan hakim madya muda ke bawah atau berpangkat kolonel ke bawah di lingkungan MA dan badan peradilan di bawahnya,
  10. Penerima Pensiun atau Tunjangan,
  11. Pegawai non PNS, pada LNS, LPP, atau BLU,
  12. Pegawai lain yang diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian atau pejabat dengan kewenangan sesuai UU,
  13. Calon PNS.

Dalam surat tersebut, THR tidak diberikan kepada para pejabat dan petinggi negara sebagai berikut ::

  1. Pejabat negara, kecuali hakim madya muda ke bawah atau hakim dengan jabatan kolonel ke bawah di MA,
  2. Wakil Menteri,
  3. Pimpinan Tinggi atau setara di PNS, TNI, dan Polri,
  4. Jabatan fungsional ahli utama atau setara di PNS, TNI, dan Polri,
  5. Dewan pengawas BLU,
  6. Dewan Pengawas LPP,
  7. Staf khusus kementerian,
  8. Hakim Ad hoc,
  9. Anggota DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah),
  10. Pimpinan LNS, LPP, pejabat pengelola BLU, atau setara,
  11. PNS, TNI, Polri yang sedang cuti diluar tanggungan negara,
  12. PNS, TNI, Polri yang tengah bertugas di luar instansi pemerintah yang gajinya dibayar oleh instansi tempat penugasan.

Sementara besaran THR yang bakal diberikan yaitu ::

  1. PNS, prajurit TNI, anggota Polri, dan hakim dalam jabatan hakim madya muda ke bawah atau kolonel ke bawah di lingkungan MA. THR yang diberikan berupa gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan/umum,
  2. Penerima gaji terusan dari PNS, TNI, Polri yang meninggal dunia, tewas, gugur, atau hilang,
  3. Penerima pensiun. THR yang diberikan sebesar penghasilan satu bulan gaji terusan pada dua bulan sebelum hari raya,
  4. Penerima pensiun terusan dari pensiunan PNS, TNI, Polri, yang meninggal, tewas, gugur, hilang, sebesar penghasilan satu bulan gaji terusan pada dua bulan sebelum hari raya,
  5. Penerima tunjangan, THR sebesar tunjangan sesuai UU,
  6. Pegawai Non PNS pada LNS, LPP, atau pegawai lain,
  7. Pegawai Non PNS pada BLU, sebesar gaji remunerasi,
  8. Calon PNS, paling banyak sebesar 80 persen gaji pokok, tunjangan keluarga, dan tunjangan jabatan/umum.

Sri Mulyani melalui video pendek yang diunggah di akun Instagram resminya menjelaskan bahwa pemerintah telah menetapkan THR tahun 2020 akan dibayarkan kepada seluruh ASN, TNI dan Polri dengan jabatan eselon III ke bawah.

“Bapak presiden sudah memutuskan THR akan dibayarkan untuk seluruh ASN TNI Polri yang posisinya eselon 3 ke bawah. Jadi seluruh pelaksana dan eselon 3 ke bawah mendapatkan THR dari gaji pokok dan tunjangan melekat namun tidak termasuk tunjangan kinerjanya. Pensiunan ASN, TNI dan Polri juga tetap mendapatkan THR sesuai yang dilakukan pada tahun lalu karena pensiun adalah kelompok yang mungkin rentan terdampak COVID-19,” jelas Sri Mulyani.(*ema)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait


Back to top button
Close