NASIONAL

Penyandang Disabilitas Mental Lebih Rentan Kena Virus Corona 2019


Jakarta, OborSultra.com – Belakangan ini kita lebih fokus kepada masyarakat umum dengan data perkembangan Corona Virus 2019 (Covid-19) baik itu data Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pemantauan (PDP) maupun data orang yang terpapar positif Covid-19 , seolah mengesampingkan data bagi penyandang disabilitas mental padahal mereka lebih rentan terpapar Virus Corona atau Covid-19.

Dilansir dari Scoop.com, penyandang disabilitas mental lebih rentan terkena virus Corona. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Presiden dari lembaga Nirlaba The Nonprofit Alliance Shannon McCracken di Columbia, Amerika Serikat, Jumat (3/4/2020)

“Penyandang disabilitas mental lebih rentan dibanding ragam difabel lainnya karena tidak ada yang dapat menjamin pendekatan dan metode penanganan yang tepat untuk mereka. Isu disabilitas menjadi salah satu pembahasan penting dalam pencegahan dan pengendalian virus corona di Amerika Serikat, khusunya penyandang disabilitas mental yang hidupnya bergantung kepada pendamping,” ujar McCracken.

Baca Juga:

“Penyandang disabilitas mental meliputi penyandang keterlambatan mental, distrofi otot dan kerusakan otak,” tambahnya.

Untuk mencegah penyebaran Corona Virus kepada penyandang disabilitas, McCracken pun mengimbau agar para pendamping penyandang disabilitas ikut berupaya mencegah penyebaran virus Corona.

“Ada berbagai langkah kecil bisa dimulai untuk mencegah penularan virus Corona terhadap penyandang disabilitas, mulai dari menjaga kebersihan dengan mencuci tangan tidak kurang dari 20 detik, membuat sirkulasi udara yang baik, serta berjemur di sinar matahari. Juga menghimbau agar para pendamping penyandang disabilitas ikut berupaya mencegah penyebaran virus Corona,” kata McCracken.

“Panduan pencegahan dan pengendalian harus mengakomodasi kepentingan dan keunikan masing-masing kelompok, termasuk penyandang disabilitas mental dan pendampingnya. Selain itu, para pendamping penyandang disabilitas mental untuk tetap melakukan tugas utamanya, yakni melakukan mobilitas dan memantau mereka yang hidupnya bergantung kepada orang lain.” kata McCracken.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Back to top button
Close