HIBURAN

Absen Selama 40 Tahun, ABBA Luncurkan Album Baru “Voyage”

"Persiapannya telah dimulai pada 2018 dan tertunda karena pandemi coronavirus"


Grup musik legendaris ABBA yang populer dengan lagu ‘Dancing Queen’ akan merilis musik baru. Ini akan menjadi penampilan petama mereka yang pertama kalinya setelah empat dekade.

Album yang akan diluncurkan bertajuk “Voyage,” dan akan dirilis pada 5 November. Album ini merupakan kelanjutan dari album “The Visitor” tahun 1981, yang sampai sekarang dianggap sebagai lagu penutup perjalanan grup asal Swedia ini.


Mereka juga akan menggelar konser virtual yang disiarkan dari ABBA Arena yang dibangun khusus di Queen Elizabeth Olympic Park London pada 27 Mei tahun depan.

Baca Juga:

“Kami beristirahat pada musim semi 1982 dan sekarang kami telah memutuskan sudah waktunya untuk mengakhiri istirahat itu,” kata ABBA dalam sebuah pernyataan, Kamis kemarin (02/09).

Grup ini telah membuat pertunjukan ‘live’ holografik, menggunakan teknik penangkap gerak dan lainnya, bekerja sama dengan perusahaan efek khusus Industrial Light & Magic milik George Lucas.

ABBA menyebut konser ini sebagai “konser paling aneh dan spektakuler yang pernah Anda bayangkan”.

“Kami akan bisa duduk di antara penonton dan menonton diri kami sendiri yang secara digital membawakan lagu-lagu kami,” kata pernyataan grup tersebut.

“Aneh dan luar biasa!”

“Abbatars” dibuat menggunakan teknologi ‘motion-capture’, mirip dengan yang digunakan untuk membuat Gollum dalam seri film The Lord of the Rings dan akan menunjukkan anggota band seperti yang mereka lihat pada tahun 1979.

“Satu-satunya masalah besar kami adalah bahwa kami harus mencukur jenggot,” kata Benny Andersson.

Konser tersebut akan menampilkan 22 lagu, termasuk dua lagu baru dan kompilasi “semacam hits terbesar”, termasuk “Dancing Queen”, tambahnya.

Bjorn Ulvaeus mengatakan ABBA memilih London karena kelompok itu merasa diterima di sana.

“Entah bagaimana, kami selalu merasa bahwa orang Inggris melihat kami sebagai milik mereka – itu yang kami rasakan setiap kali kami datang ke sini,” katanya.

Dalam sebuah pernyataan, Agnetha Faltskog mengatakan dia tidak tahu apa yang diharapkan ketika mereka kembali bersama untuk merekam.

“Tapi studio rekaman Benny adalah lingkungan yang ramah dan aman, dan sebelum saya menyadarinya, saya benar-benar menikmati diri saya sendiri.” ujarnya mengutip ABC News.

ABBA didirikan pada awal 70-an oleh pasangan Agnetha dan Bjorn, bersama dengan Benny dan Anni-Frid Lyngstad.

ABBA adalah Inisial nama mereka kemudian menjadi nama kelompok musik itu. Mereka masuk ke dalam Rock and Roll Hall of Fame pada tahun 2010.

ABBA menjual lebih dari 385 juta album dan menduduki puncak tangga lagu dari Australia hingga Amerika dengan serangkaian hits termasuk “Waterloo”, “The Winner Takes It All” dan “Take A Chance On Me”.

Album terakhir mereka dengan materi baru, “The Visitor” tahun 1981, berisi lagu-lagu yang diwarnai dengan kesedihan perceraian mereka. Band ini bubar setahun kemudian.

Desas-desus yang beredar selama bertahun-tahun mengatakan bahwa ABBA akan kembali bersama, tetapi para personilnya menolak banyak tawaran.

Rencana pertunjukan ini mendorong pembuatan album, yang menampilkan lagu-lagu baru “I Still Have Faith In You” dan “Don’t Shut Me Down.”

Persiapannya telah dimulai pada 2018 dan tertunda karena pandemi coronavirus.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker