PENDIDIKAN

Ketentuan Pelaksanaan Ujian Kenaikan Kelas Siswa dan PPDB Tahun Ajaran 2020-2021 di Kota Kendari


Kendari, OborSultra.com – Bertempat diruang sidang kantor DPRD Kota Kendari, Komisi III DPRD Kota Kendari bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari melaksanakan rapat dengar pendapat umum tentang pelaksanaan ujian kenaikan kelas dan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2020-2021, Kamis (4/6/2020).

Dalam rapat tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kendari, Sartini Sarita, menjelaskan bahwa pelaksanaan ujian kenaikan kelas siswa dan penerimaan peserta didik baru mengacu pada SE Mendikbud nomor 4 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19, SE Sekjen Dikbud nomor 15 Tahun 2020 tentang Pencegahan Corona pada Satuan Pendidikan, serta SE Walikota Kendari tentang Percepatan Pencegahan Covid-19.

“Proses pelaksanaan ujian kenaikan kelas siswa dan penerimaan peserta didik baru mengacu pada SE Mendikbud nomor 4 tahun 2020, SE Dirjen Dikbud nomor 3 Tahun 2020, serta SE Walikota Kendari, yakni dilakukan proses pembelajaran disatuan pendidikan dengan metode daring dan luring,” kata Sartini.

“Proses pembelajaran melalui daring, yaitu guru membuat tugas untuk dikerjakan oleh siswa melalui aplikasi whatsapp, mesenger, atau facebook. Pembelajaran tidak harus dilakukan sesuai target kurikulum, namun pembinaan karakter tentang apa yang harus dilakukan,” lanjutnya.

“Proses pembelajaran melalui luring atau offline, yaitu ada posko yang disepakati oleh guru dan siswa, apakah dirumah guru, rumah siswa atau sekolah. Disini siswa datang untuk mengambil tugas kemudian dikerjakan di rumah selanjutnya siswa menyetorke mbali tugasnya di posko yang sudah ditentukan,” tambahnya.

Menurut Sartini, untuk nilai ulangan diberikan berdasarkan tugas yang dikerjakan siswa di rumah serta nilai-nilai yang sudah dilaksanakan sebelum covid-19.

“Nilai ulangan diberikan berdasarkan akumulasi tugas yang dikerjakan siswa di rumah serta nilai-nilai yang sudah dilaksanakan sebelum covid-19. Sedangkan nilai ujian akhir akhir sekolah berdasarkan rangkuman nilai semester sebelumnya serta tugas-tugas yang diberikan melalui daring atau offline,” ujar Sartini.

Selanjutnya dijelaskan oleh sartini, bahwa pengumuman lulus ujian dilaksanakan melalui program lulus cerdas.

“Pengumuman lulus ujian dilaksanakan melalui program lulus cerdas, yakni menggelar pengumuman lewat media online (siswa tetap dirumah). Lewat media juga sudah disampaikan jadwal pengambilan Surat Keterangan Hasil Ujian (SKHU) serta penerapan protokol kesehatan jika orang tua siswa datang ke sekolah yakni tidak datang bersamaan, pakai masker, jaga jarak, membawa handsanitizer. Pihak sekolahpun menyiapkan tempat cuci tangan. Dalam hal ini sekolah berkoordinasi dan bekerjasama dengan Polsek setempat dalam rangka pelaksanaan pengumuman dan pengambilan SKHU,” jelas Sartini.

“PPDB dilaksanakan tanggal 29 juni – 4 juli 2020 juga lewat online, kemudian verifikasi melalui empat jalur yakni jalur zonasi 50% (sistem kelurahan). sistem afirmasi 15%, jalur perpindahan orang tua serta jalur prestasi. Untuk jalur prestasi dilaksanakan berdasarkan akumulasi nilai rapor ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir dan prestasi akademik dan non-akademik di luar rapor sekolah,” tutup Sartini.(sul)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait


Back to top button
Close