KESEHATAN

Komnas Perempuan Nilai Aksi Dinar Candy Disebut Tak Pantas, tapi Tidak Langgar Pasal 36 UU Pornografi

"Siti Aminah Tardi menduga tindakan Dinar tersebut berkaitan dengan kesehatan mental"


Jakarta, OborSultra | Komisioner Komnas Perempuan, Siti Aminah Tardi, menilai Dinar Candy tidak melanggar Pasal 36 Undang Undang Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi. Dinar Candy ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat pasal tersebut setelah Dinar Candy melakukan aksi protes perpanjangan PPKM dengan memakai bikini di pinggir jalan pada Kamis (5/8/2021).

Rini menilai Dinar tak melakukan kejahatan meskipun memakai bikini saat protes perpanjangan PPKM. Ia menduga tindakan Dinar tersebut berkaitan dengan kesehatan mental.


“Dari pasal yang diterapkan yaitu Pasal 36 tidak ada unsur yang dilanggar oleh DC,” kata Siti Aminah saat dihubungi wartawan, Jumat (6/8/2021).

Baca Juga:

Siti berujar, persangkaan pasal yang dijerat penyidik kepada Dinar Candy tak lain karena ia merupakan seorang perempuan. Menurut Siti, selama ini perempuan selalu dijadikan sebagai target utama dalam penerapan pasal tersebut.

“Apakah hal sama akan diberlakukan jika dilakukan oleh laki-laki yang memakai celana pendek? ni juga tidak lepas dari sejarah perumusan UU Pornografi yang mengukuhkan diskriminasi terhadap perempuan,” ujar Siti Aminah.

Siti mengimbau kepada penyidik Polres Metro Jakarta Selatan agar mempertimbangkan kasus Dinar Candy. Dia menyarankan polisi mengedepankan Surat Edaran Kapolri Nomor 8/VIII/2018 tentang Penerapan Keadilan Restorative Justice dalam Penyelesaian Perkara Pidana pada kasus tersebut.

Orang-orang yang stres, kata Rini, tidak bisa mengambil keputusan strategis. Ia mencontohkan kasus percobaan bunuh diri di Bandung beberapa hari lalu.

“Nah hal-hal ini sepertinya harus dilihat sehingga instrumental health, ini mungkin yang perlu direspon,” katanya.

Lebih lanjut, Rini menyebut Dinar mungkin justru membutuhkan konseling alih-alih ditetapkan tersangka. Ia mengaku siap membantu Dinar jika mendapat pengaduan atas kasus tersebut.

“Posisinya kita menerima pengaduan ya, karena kan ini kita tidak bisa directly merespon tanpa persetujuan dari korban,” ujarnya.

Siti beralasan proses hukum bakal memperburuk kesehatan mental dan psikologi Dinar Candy. “Jadi dengan melihat kasus ini secara komprehensif, kasus ini sebaiknya dihentikan dengan menempuh mekanisme pendekatan restoratif,” tutur Siti.

Dinar Candy ditangkap polisi di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan pada pukul 21.30 WIB, Rabu (4/8/2021). Penangkapan ini merupakan buntut aksi protes Dinar Candy mengenai perpanjangan PPKM dengan mengenakan bikini di pinggir jalan.

Awalnya, dalam unggahan Instagram-nya, Dinar Candy membuat pernyataan dengan menandai atau men-tag akun Presiden Joko Widodo.

Bapak Jokowi yang terhormat, ini PPKM gimana diperpanjang atau tidak? Jangan lama-lama, Pak, saya stres,” tutur Dinar Candy, Kamis (5/8/2021).

“Lama-lama saking stresnya pengin turun ke jalan pakai bikini,” tulis Dinar Candy lagi.

Setelah beberapa hari Jokowi mengumumkan perpanjangan PPKM hingga 9 Agustus 2021, Dinar Candy benar-benar turun ke jalan seorang diri dengan menggunakan bikini.

Dari unggahan Instagram-nya, Dinar Candy terlihat membawa papan yang bertuliskan, “Saya stres karena PPKM diperpanjang lagi.”

Kendati demikian, dari keterangan tertulis unggahan tersebut, Dinar Candy mengimbau agar masyarakat tidak menirunya. “Warning!! Jangan tiru adegan ini!! Aku lagi cari pelampiasan, lagi stres,” tulis Dinar Candy.

Saat ini dua unggahan yang ada di Instagram pemilik nama lahir Dinar Miswari itu sudah tidak ditemukan.(*ade)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker