HUKUM

Berkas Tiga Tersangka Pelapor Ijazah Bupati Buton Tengah Dinyatakan P21


Baubau, OborSultra.com – Berkas perkara tiga tersangka pelapor Bupati Buton Tengah (Buteng) di Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) telah dinyatakan lengkap atau P21. Ketiga tersangka itu masing-masing berinisial LA, LM, dan LS.

Ketiga tersangka ini melaporkan Bupati Buteng Samahuddin ke Polda Sulsel dengan dugaan penggunaan ijazah palsu. Namun laporan itu tidak terbukti sehingga kasusnya dihentikan.

Buntutnya, Bupati Buteng Samahuddin melaporkan ketiganya ke Polres Baubau dengan tuduhan dugaan pengaduan palsu.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Baubau, AKP Ronald Arron Maramis mengatakan, berkas pelaku berinisial LA, LM, dan LS kini sudah rampung dan sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Pasarwajo.

“Sudah P21 (Lengkap), tahap 2 kemarin,” ungkapnya, Jumat 7 Agustus 2020.

Hingga dilimpahkan ke kejaksaan, lanjut Ronald, penyidik tidak mendapatkan penambahan tersangka baru dalam kasus tersebut.

“Tidak ada (Penambahan Tersangka), hanya yang kemarin,” singkatnya dikutip dari salah satu .

Sebelumnya, Polres Baubau resmi menetapkan tiga warga Kabupaten Buton Tengah itu atas dugaan pelaporan palsu beberapa waktu lalu.

Seperti dikutip dari Tribunbuton.com, penetapan ketiga tersangka tersebut berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan penyidik Reskrim Polres Baubau, Senin 15 Juni 2020.

Ketiga tersangka tersebut dijerat dengan dugaan melakukan tindak pidana pengaduan palsu Pasal 317 Jo. Pasal 55, 56 Kitab Undng-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun.

Kuasa Hukum Bupati Buton Tengah Samahuddin, Dedi Ferianto, S.H. dan Adnan, S.H. mengapresiasi kinerja tim penyidik Reskrim Polres Baubau yang telah berkerja maksimal dan menunjukkan profesionalisme dalam penegakan hukum.

“Pertama, Mengapresiasi kinerja tim penyidik Reskrim Polres Baubau yang telah berkerja sesuai prosedur dalam menetapkan status tersangka para pelapor Bupati Buteng. Penetapan tersangka A Quo tentu telah berdasarkan 2 (dua) alat bukti yang cukup,” jelas Adnan.

“Kedua, lanjutnya lagi, bahwa proses hukum ini, sebagai bagian dari pelajaran untuk semua pihak agar tidak sembarangan melaporkan orang lain, apalagi tidak didukung oleh alat bukti yang kuat. Ketiga, Masih dalam koridor menjunjung tinggi proses hukum, kami berharap kasus ini dalam waktu yang tidak lama segera masuk pengadilan,” tandasnya.(*muh)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait


Back to top button
error: Content is protected !!
Close