KESEHATAN

Vaksin Booster COVID-19 Untuk Masyarakat Umum Direncanakan Tahun 2022

"Titer antibodi ada penurunan untuk vaksin Sinovac, maka bisa direncanakan booster tapi setelah 12 bulan"


Jakarta, OborSultra | Studi mengungkapkan efektivitas vaksin COVID-19 Sinovac mengalami penurunan 6 bulan pascapenyuntikan dosis kedua. Hal tersebut membuat banyak orang berharap agar adanya pemberian vaksin dosis ketiga atau booster. Sehingga, Pemerintah melalui Kementrian Kesehatan (Kemenkes) merencanakan bakal memberikan suntikan vaksin Covid-19 dosis ketiga atau booster vaksin untuk masyarakat umum.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, dalam rekomendasi ITAGI, vaksinasi dosis ketiga (booster) untuk masyarakat direncanakan digelar setelah 12 bulan atau tahun depan. Hal tersebut dilakukan mengingat terjadi penurunan imunitas setelah enam bulan dari penyuntikan kedua vaksin Sinovac.


Terkait hal ini Nadia mengungkapkan bahwa berdasarkan kajian ITAGI bisa direncanakan pemberian dosis vaksin COVID-19 booster pada masyarakat umum tapi nanti pada 2022.

Baca Juga:

Dengan begitu, booster vaksin untuk masyarakat perlu direncanakan. “Titer antibodi ada penurunan untuk vaksin Sinovac, maka bisa direncanakan booster tapi setelah 12 bulan, tahun depan kita laksanakan booster kepada masyarakat umum,” kata Nadia dalam diskusi secara virtual yang digelar Puan Amanat Nasional, Rabu (4/8/2021).

Dalam surat yang diperlihatkan Nadia tersebut, ITAGI menyarankan bahwa vaksinasi booster COVID-19 pada masyarakat umum perlu direncanakan tersendiri mengingat masalah logistik dan sumber daya manusia.

“Sesuai rekomendasi ITAGI, memang pada monitoring titer antibodi terjadi penurunan untuk vaksin Sinovac. Maka, bisa direncanakan untuk pemberian booster setelah 12 bulan dari vaksinasi pertama, itu artinya di 2022,” ucap Juru Bicara Vaksinasi COVID-19, dr Siti Nadia Tarmizi pada Kamis (5/8/2021).

Hingga saat ini, vaksinasi dosis ketiga baru diberikan untuk tenaga kesehatan. Mengingat para tenaga kesehatan memiliki risiko terpapar yang sangat tinggi pada lonjakan kasus kemarina. Sehingga dinilai membutuhkan proteksi tambahan.

“Pada kasus kemarin itu meningkat sangat jauh, sehingga perlu proteksi tambahan,” jelas Nadia dalam Diskusi Online Badan Kesehatan Perempuan Amanat Nasional.

Vaksinasi Untuk Ibu Hamil

Sejak 2 Agustus 2021 lalu, vaksinasi bagi ibu hamil juga sudah bisa diberikan. Bagi kelompok ibu hamil, vaksin yang digunakan ialah Sinovac dan Moderna.

“Hal tersebut tergantung pada saat itu. Kalau ada Sinovac, ya Sinovac. Kalau adanya Moderna, ya Moderna,” jelas Nadia.

Pemberian vaksinasi pada ibu hamil bisa diberikan dengan minimal usia kehamilan di atas 13 minggu. Screening juga harus dilakukan dan dibatasi tekanan darahnya tidak boleh melebihi 140/190.

“Karena kita tahu ada penyakit hipertensi pada kehamilan. Sehingga kalau kita lihat ada ibu hamil yang kakinya bengkak, sering sakit kepala, dll, vaksinasi harus ditunda dan dirujuk ke rumah sakit terlebih dahulu,” ucap Nadia.(*ade)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker