PARIWISATA

Baru, Bali Berlakukan Syarat Masuk dan Aturan Selama Liburan Per 7 September

"Pemprov Bali membuka mal, pusat perbelanjaan dan perdagangan sampai pukul 21.00 Wita dengan kapasitas maksimal 50 persen"


Denpasar, OborSultra | Pemprov Bali menetapkan syarat dan aturan untuk masuk berkunjung atau melakukan liburan ke Bali dengan ketentuan pusat perbelanjaan/mal/pusat perdagangan beroperasi 50% sampai dengan pukul 21.00 WITA. Gubernur Bali, Wayan Koster dalam keterangan persnya di Jayasabha Denpasar, Selasa (7/9/2021)

Persyaratan untuk berkunjung ke Bali dan pelaksanaan kegiatan ditetapkan berdasarkan Instruksi Mendagri Nomor 39 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4, Level 3, dan Level 2 Covid-19 di wilayah Jawa dan Bali.


PPKM 7 September Bali berstatus PPKM Level 4 pada 7 September-13 September 2021. Syarat dan aturan kegiatan secara spesifik terangkum dalam Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 15 Tahun 2021 yang dikeluarkan oleh Gubernur Bali Wayan Koster.

Baca Juga:

Syarat masuk dan libur di Bali Per 7 September:

  • Semua wajib menunjukkan sertifikat vaksin minimal vaksinasi pertama
  • Tunjukkan bukti vaksinasi melalui aplikasi PeduliLindungi
  • Tes antigen negatif (H-1) untuk penumpang pesawat yang sudah dua kali vaksin
  • Tes PCR negatif (H-2) untuk penumpang pesawat yang baru sekali vaksin
  • Tes antigen negatif (H-1) untuk pengunjung dengan mobil, motor, bis dan kapal laut
  • Boleh masuk mal hanya jika sudah dua kali vaksin
  • Ibu hamil, anak di bawah 12 tahun dan lansia dilarang masuk mal
  • Wajib melakukan protokol kesehatan ketat dan 6M
  • Harus pergi ke tempat isolasi terpusat dan RS jika terkonfirmasi positif Covid-19

Berikut penjelasan lengkap dari persyaratan masuk dan melakukan liburan di Bali yang berlaku pada 7 September-13 September 2021:

  • Mereka yang masuk ke Bali melalui perjalanan atau transportasi udara wajib menunjukkan hasil negatif tes antigen (H-1) bagi yang sudah menerima vaksinasi kedua Covid-19 dan hasil negatif PCR (H-2) bagi yang baru melakukan vaksin pertama.
  • Wajib menunjukkan bukti vaksinasi melalui aplikasi PeduliLindungi.
  • Pelaku perjalanan domestik dengan moda transportasi mobil pribadi, sepeda motor, bis, kereta api dan kapal laut wajib menunjukkan hasil negatif antigen (H-1). Wajib menunjukkan kartu atau sertifikat vaksin, minimal vaksinasi dosis pertama.
  • Sopir kendaraan logistik dan transportasi barang lainnya dikecualikan dari ketentuan memiliki kartu vaksin tetapi harus menunjukkan hasil negatif antigen (H-1).
  • Pengunjung hanya boleh masuk mal atau pusat perbelanjaan jika sudah menerima vaksinasi kedua Covid-19. Pengunjung wajib melalui skrining dan menunjukkan bukti vaksinasi melalui aplikasi PeduliLindungi.
  • Wanita atau ibu hamil, anak di bawah 12 tahun dan lansia di atas 70 tahun dilarang masuk mal atau pusat perbelanjaan.
  • Wajib melakukan protokol kesehatan ketat dan pola hidup sehat dengan melakukan 6M, yaitu memakai masker standar dengan benar, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi bepergian, meningkatkan imun dan menaati aturan.
  • Pengunjung atau warga yang mengalami gejala awal, seperti demam, pilek, batuk, sesak napas, hilang kemampuan indera penciuman dan perasa diminta untuk segera melakukan tes swab PCR.
  • Pengunjung atau warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 baik tanpa gejala atau dengan gejala ringan diminta berinisiatif melakukan isolasi terpusat di tempat yang telah disiapkan oleh pemerintah setempat dan dilarang melakukan isolasi mandiri.
  • Pengunjung atau warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala sedang dan berat diminta segera datang ke rumah sakit rujukan di wilayah tempat tinggalnya.

Aturan PPKM terbaru di Bali Per 7 September:

  1. Pemprov Bali membuka mal, pusat perbelanjaan dan perdagangan sampai pukul 21.00 Wita dengan kapasitas maksimal 50 persen.
  2. Restoran, rumah makan, dan kafe di dalam mal atau pusat perbelanjaan hanya dapat menerima makan di tempat atau dine-in dengan kapasitas maksimal 25 persen dan waktu makan maksimal 30 menit.
  3. Bioskop, tempat bermain anak dan tempat hiburan di dalam mal atau pusat perbelanjaan ditutup.
  4. Tempat wisata alam, budaya, buatan, spiritual, dan desa wisata dibuka dengan kapasitas pengunjung maksimal 50 persen.(*ade)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker