HIBURAN

Scarlett Johansson Desak Hollywood Mundur Dari Organisasi Jurnalis Dan Fotografer HFPA

"Organisasi jurnalis dan fotografer HFPA dianggap gagal melakukan reformasi yang lebih substansial"


Jakarta, OborSultra.com – Aktris Hollywood Scarlett Johansson secara lantang menyuarakan keresahannya dan mendesak pelaku industri hiburan di Hollywood untuk mundur dan menentang Hollywood Foreign Press Association (HFPA) hingga asosiasi itu melakukan reformasi yang lebih substansial.

Beberapa pelaku industri lainnya di Hollywood juga mengeluarkan pernyataan yang senada di antaranya Amazon Studios, Netflix, dan Time’s Up menentang rencana reformasi HFPA yang terbaru tersebut.


Melansir Variety, Minggu, beberapa kebijakan yang terdapat dalam rencana reformasi HFPA di antaranya menimbang ulang menambahkan anggota dengan kulit berwarna, hingga pembatasan pemberian hadiah ataupun pembayaran untuk anggota yang bekerja pada komite HFPA.

Baca Juga:

Scarlett pun membeberkan ia sering menarik diri dari konferensi pers yang dilakukan oleh HFPA karena kerap diberikan pertanyaan yang seksis, oleh karena itu, ia mengajak industri hiburan untuk menarik diri bekerjasama dengan HFPA hingga ada reformasi yang baik di asosiasi itu.

“Sebagai aktor yang mempromosikan filmnya, salah satu kegiatan yang dinantikan tentu wawancara bersama wartawan dan juga menghadiri ajang oenghargaan. Tapi di masa lalu ini artinya kita (aktor) harus melalui semua itu menghadapi pertanyaan hingga komentar seksis para anggota HFPA yang juga hampir terhitung ke arah kekerasan seksual. Inilah alasan saya untuk waktu yang lama menolak ikut wawancara dalam konfetrnsi pers mereka,” kata Scarlett dengan tegas.

Ia pun merasa geram karena standar itu akhirnya harus diterima oleh industri Hollywood dalam waktu yang lama. Maka dari itu, menurutnya dengan semakin banyaknya hal aneh di HFPA ini merupakan momen yang tepat untuk aktor dan industri menarik diri dari kerjasama bersama asosiasi itu.

“Jika tidak ada perubahan fundamental dari dalam organisasi itu, saya percaya bahwa inilah saat yang tepat menarik diri dari HFPA dan memfokuskan serta menguatkan kesatuan industri kita menjadi lebih utuh,” kata Scarlett.

Sementara itu, Amazon Studios yang juga menentang HFPA menyebutkan mereka sangat berharap adanya perubahan yang signifikan dari HFPA jika ingin bekerja sama melaksanakan Golden Globe setiap tahunnya.

“Kami sudah tidak lagi bekerja dengan HFPA sejak isu ini meningkat. Seperti para pelaku industri lainnya kami tentu menunggu resolusi yang signifikan sebelum melanjutkan untuk maju bersama lagi,” kata juru bicara Amazon Studios.

Sebelumnya, pada Jumat (7/5) lebih dari 100 orang yang bergerak di bidang publisis menyampaikan kritiknya tentang HFPA.

Mereka pun menarik diri untuk musim penghargaan di 2022 yang melibatkan HFPA jika organisasi itu tidak melakukan perubahan mendasar terutama dengan kebijakan baru yang tidak mendukung keragaman dan perbedaan.

Masalah HFPa muncul pada Februari 2021, setelah LA Times mengungkapkan investigasi dalam dua dekade terakhir tidak ada satu pun anggota HFPA yang berkulit hitam.

Investigasi itu pun mengungkapkan organisasi telah membayar sejumlah besar uang kepada anggota untuk bertugas di komite dan menerima perjalanan sampah yang mewah.

Lalu pada April 2021, HFPA kembali menimbulkan kontroversi ketika terungkap bahwa pimpinannya kala itu Phil Berk, telah mengirim email kepada anggota yang menyebut Black Lives Matter sebagai “gerakan kebencian” yang akhirnya berujung pada pencopotan Phil Berk dari HFPA.

Hollywood Foreign Press Association (HFPA) adalah sebuah organisasi jurnalis dan fotografer nirlaba yang mengkhususkan diri dalam peliputan industri hiburan di Amerika Serikat untuk media informasi, surat kabar, majalah dan buku publikasi, televisi dan penyiaran radio terutama untuk konsumsi peminat di luar AS.

HFPA terdiri dari sekitar 90 anggota dari sekitar 55 negara dengan penduduk lebih dari 250 juta orang. Organisasi ini mengadakan acara Golden Globe Award tahunan di setiap bulan Januari, yang menganugerahi contoh-contoh terkenal sinema dan televisi dan prestasi dalam industri entertainmen.(*ade)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker