DAERAH

Strategi Pemulihan Ekonomi Sultra Di Masa Pandemi Covid-19

Telaah dan Kajian Balitbang Prov. Sultra dengan Dewan Riset Daerah Sultra


Kendari, OborSultra.com – Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar diskusi ekonomi bersama Dewan Riset Daerah (DRD) dalam mengatasi pertumbuhan ekonomi Sultra yang melemah akibat pandemi Covid-19, Kamis (9/7/2020).

Ditemui dikantornya, Kepala Balitbang Prov. Sultra, Dr. Ir. Sukanto Toding, MSP, MA, mengatakan diskusi ini dilaksanakan untuk mengkaji serta mencari solusi atas melemahnya laju pertumbuhan ekonomi di Sultra.

“Dari hasil survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS) yang dilakukan di 34 provinsi, menunjukkan kondisi Sultra berada pada kuadran IV, artinya kondisi kesehatan cukup baik namun kondisi ekonomi memburuk. Menghadapi masalah ini, gubernur Sultra, Ali Mazi berharap ada telaah masalah serta solusi ekonomi di Sultra, sehingga Balitbang Sultra mengundang DRD Sultra untuk bersama-sama mengkaji dan mencari solusi atas masalah tersebut,” kata Sukanto.

“Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dimasa pandemi Covid-19 menyebabkan berkurangnya interaksi penjual-pembeli serta berkurangnya konsumsi rumah tangga. Pembatasan kegiatan pada perusahaan, hotel, transportasi, dan lain-lain juga turut andil dalam pelemahan ekonomi di Sultra,” ujarnya.

“Penyebab lain dari melemahnya ekonomi Sultra adalah adanya refocusing atau realokasi belanja pemerintah (APBD), dari sektor-sektor pemicu penggerak ekonomi seperti jasa konstruksi, pertanian, UMKM, ke belanja sosial (Jaring Pengaman Sosial, obat-obatan, Alat Pelindung Diri). Pemicu lain juga karena adanya keterlambatan realokasi dana penanganan Covid,” lanjutnya.





Hasil diskusi Balitbang Sultra dengan DRD, menghasilkan beberapa solusi dan rekomendasi terhadap kebijakan Pemerintah Daerah dalam mengatasi kelambatan laju pertumbuhan ekonomi di Sultra.

“Dari hasil diskusi tadi, ada beberapa solusi dan rekomendasi terhadap kebijakan Pemerintah Daerah dalam mengatasi kelambatan laju pertumbuhan ekonomi di Sultra, yaitu segera shifting ke pola belanja on line termasuk UMKM diharapkan dapat memanfaatkan keberadaan market place seperti tokopedia, shopee, bukalapak, dan lain-lain, bukan sebagai konsumen saja, tetapi juga sebagai produsen didalamnya. Kalau di Kendari misalnya, ada kendari jual beli. Diharapkan para pelaku usaha dapat memanfaatkan fasilitas KJB untuk memasarkan produknya,” terang Sukanto.

“Yang kedua, realokasi belanja JPS dan Kesehatan yang tidak termanfaatkan ke belanja yang mendorong stimulus ekonomi. Bidang konstruksi dengan bentuk kegiatan padat karya, pertanian melalui peningkatan produk unggulan daerah. Pada masa pandemi, Sultra berhasil mengekspor serabut kelapa ke China, begitu juga dengan kopra putih dari Buton Utara yang diekspor ke China. Di Kab. Konawe Utara berhasil menjual ratusan ton jagung ke pabrik pakan di Makassar. Diharapkan ini bisa terus dikembangkan disamping komoditas pertanian lainnya, perkebunan dan kelautan yang terus didorong pengembangan dan produksinya,” tambahnya.

“Untuk jangka panjang, kerjasama tersier produk untuk ekspor di sektor pertambangan yang masih “tertutup” (captive),” ungkapnya.

“Saat ini, semua itu tentunya dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.Tetap memakai masker, jaga jarak, selalu mencuci tangan dengan air bersih, serta jaga kesehatan diri, keluarga dan lingkungan,” tutup Sukanto.(ema)


Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close