HUKUM

Diduga Ada Pelanggaran, RKAB PT Kasmar Dicabut


Kendari, OborSultra.com – Diduga melakukan pelanggaran dalam kegiatan pertambangan nikel ore di Kecamatan Batu Putih Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) Rencana Kerja Anggaran Biaya (RKAB) milik PT.KTR dicabut.

Plt.Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sultra, Buhardiman membenarkan hal tersebut di Kendari, Sabtu (11/01/2020).

“Jadi mereka tidak bisa beraktivitas. Sedangkan untuk ditahun 2020, kami masih pertimbangkan untuk menyetujui RKAB yang diajukan oleh PT Kasmar,” ujar Buhardiman.

Menurut Buhardiman, pencabutan RKAB itu berkaitan dengan pemalsuan SKV oleh PT.KTR. Pencabutan RKAB sebagai bentuk sanksi kepada PT.KTR yang telah melakukan pelanggaran.

“Makanya kita cabut. Untuk itu, persetujuan RKAB tahun 2020 ini akan kita kaji kembali. Apakah bisa diberikan atau tidak,” ungkapnya.

Sementara itu, Kuasa Direktur PT.KTR, Zulkifli membantah pihaknya memalsukan dokumen SKV. “Tidak benar kita lakukan hal itu,” ujarnya. Menyangkut dugaan mengeruk ore nikel di luar Izin Usaha Pertambangan (IUP), versi Zulkifli, perusahaannya sama sekali tidak melakukan aktivitas diluar wilayah IUP.

“Bagaimana kita akan melakukan aktivitas sedangkan, izin operasi PT.Kasmar saat ini dihentikan sementara,” jelasnya.

Kendati begitu, Zulkifli mengakui perusahaannya memakai jetty milik perusahaan lain karena PT.KTR tidak memiliki kawasan laut. “Namun itu dibuat dalam bentuk kerja sama. Jadi saya rasa itu bukan masalah,” imbuhnya.

Perusahaan yang beralamat di Jl. Matraman Raya No. 12 Jakarta Timur ini memiliki IUP operasi produksi nikel sesuai keputusan Bupati Kolut Nomor 540/141 Tahun 2011 berlaku mulai 21 Juni 2011 dan berakhir 20 Juni 2021. Luas lahan sesuai IUP sekira 955 hektare di Kecamatan Batu Putih. Hal itu sesuai citra satelit Kementerian ESDM.

Sebelumnya, Zulkifli mengatakan usaha pertambangan yang dikelola perusahaannya memiliki Operasi Produksi (IUP OP) dan sertifikat Clear and Clean (CNC) aktif. “Berdasarkan hal tersebut PT. Kasmar Tiar Raya mempunyai hak untuk melakukan kegiatan konstruksi, produksi, pengangkutan dan penjualan serta pengolahan dan pemurnian dalam WUIP,” tuturnya.(ade)

Tinggalkan Balasan


Back to top button
error: Content is protected !!
Close