POLITIK

Aksi Saling Dorong Warnai Pembukaan Kongres V PAN di Kendari


Kendari, OborSultra.com – Aksi saling dorong mewarnai pembukaan Kongres V Partai Amanat Nasional (PAN) yang digelar di Kendari. Kericuhan dipicu karena kubu Mulfachri- Hanafi Rais menilai kubu petahana Zulkifli Hasan (Zulhas) tidak adil dalam penyelenggaran pemilihan Ketua Umum PAN.

Kordinator lapangan (Korlap) pemenangan Mulfachri- Hanafi, Muhamad Asri Anas mengatakan, pihaknya banyak melihat indikasi kecurangan di kongres ini. Mereka juga menilai Caketum Zulhas dan tim pemenangannya, mulai banyak melakukan hal -hal yang tidak sesuai keputusan yang ditetapkan oleh staring comite (SC) maupun anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) PAN.

Baca juga : Kongres V PAN di Sultra, Akan Dibuka di Alun-alun Kendari

Dugaan mereka adalah voters atau pemilik hak suara pendukung Zulhas telah mendaftar di Makassar. Padahal berdasarkan keputusan, pendaftaran peserta kongres dilakukan di Kendari mulai pukul 08.00 -12.00 WITA hari ini.

Pihaknya memastikan jika peserta kongres tidak melakukan pendaftaran seperti yang telah ditetapkan, maka dengan sendirinya, mereka menggugurkan diri dari peserta kongres. Syarat untuk mendaftar itu harus membawa KTP dan Kartu Tanda Anggota (KTA).

Ketua DPW PAN Sulawesi Barat (Sulbar) ini menambahakan, apabila proses penyelengaraan kongres berjalan tidak sesuai dengan ketetapan pihaknya memastikan tidak akan melanjutkan kongres tersebut.

Anggota Steering Commitee (SC) Kongres ke V PAN, Wa Ode Nur Zainab mengatakan, setiap peserta kongres yang tidak mendaftar bakal didiskualifikasi dari kepesertaan kongres.

“Kami masih mempertimbangkan untuk mendiskualifikasi karena peraturannya jelas dan tempatnya ada di arena kongres,” katanya, Senin.

Anggota SC ini juga menjelaskan jadwal pendaftaran peserta sudah ditetapkan oleh Steering Comite (SC) berdasarkan kesepakatan bersama yaitu pada tanggal 10 Februari 2020 pada pukul 08.00 sampai 12.00 Wita.

“Peserta kongres saat melakukan registrasi diharuskan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan Kartu Tanda Anggota (KTA) beserta surat mandat dari pemilik suara kalau diwakilkan. Kita harus tegakkan aturan,” tegasnya.

Selain itu, Wa Ode Nur Zainab juga mengungkapkan, untuk pendaftaran Calon Ketua Umum (Caketum) DPP PAN ditetapkan pendaftaran dari pukul 08.00 sampai 17.00 Wita di arena kongres (hotel Clarion Kendari).

Baca juga : Kongres PAN di Sultra, Nur Alam: Pertaruhkan Reputasi dan Daya Saing Partai

Diketahui peserta Kongres berjumlah 590 itu berasal dari 34 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) yang memiliki dua hak suara, 514 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dengan masing-masing memiliki satu hak suara.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD PAN Kota Tual Nizar Salim Sether mengatakan, bahwa sebanyak 27 kader PAN asal Maluku dan Maluku Utara (Malut) yang memiliki hak suara dalam pemilihan Caketum PAN tidak bisa melakukan registrasi karena data mereka tidak terdaftar pada sistem. Selain itu, mereka juga tidak mendapatkan penjelasan pasti dari pihak panitia.

Padahal berdasarkan ketetapan, kader yang bisa melakukan registrasi peserta adalah mereka yang terdapat pada ketetapan musyawarah daerah dengan syarat peserta harus menjadi pengurus yang terdaftar secara sah di KPU setempat, namanya masuk dalam SK hasil Musda, hadir secara fisik di lokasi Kongres, membawa KTP dan KTA.

Baca juga : Sultra Sah Tuan Rumah Hari Pers Nasional Tahun 2021

“Alasan tidak jelas, tidak bisa melakukan dan sistem kita tidak ada, berarti mereka pakai hasil musdalub yang ilegal, padahal yang diakui Mahkama partai adalah hasil musda,” pungkasnya.(ade/sul)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait


Back to top button
Close