NASIONAL

Gunung Anak Krakatau Meletus, Dentuman Sampai Jakarta


Jakarta, OborSultra.com – Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda antara Banten dan Lampung meletus pada Jumat malam (10/4/2020) sekitar pukul 22.35. Letusan terjadi selama hampir dua jam

Berdasarkan informasi dari Pusat Vulkanologi Mitagasi dan Bencana Geologi (PVMBG), letusan pertama kali terjadi pada pukul 22:35 WIB terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 40 milimeter.

Namun, berdasarkan pemantau langsung melalui rekaman CCTV milik PVMBG yang terpasang di beberapa titik di kaki Gunung Anak Krakatau, letusan tak henti-henti selama hampir dua jam.

Baca Juga:

Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi, Jumat (10/4/2020) pukul 22.35 WIB. Berdasarkan informasi dari situs MAGMA Indonesia, erupsi tersebut masih terjadi hingga Pukul 03.00 WIB.

Berdasarkan pantauan CCTV milik PVMBG, hingga pukul 03.20 WIB masih terlihat lava pijar dari kawah Gunung Anak Krakatau. Kamera ini dipasang di bawah kawah anak Krakatau, atau sekitar 40 kilometer dari pos pemantauan.

Pada erupsi pukul 22.35 WIB, tinggi kolom abu di Gunung Anak Krakatau mencapai 500 meter di atas permukaan laut.

“Terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau pada hari Jumat, 10 April 2020, pukul 22:35 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 500 m di atas puncak (± 500 meter di atas permukaan laut),” tulis Fahrul Roji petugas yang melaporkan kejadian.

“Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah utara. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 40 mm dengan durasi kurang lebih 38 menit 4 detik,” lanjutnya.

Akibat erupsi tersebut, masyarakat diminta tak berada di radius 2 kilometer kawah Gunung Anak Krakatau.

“Masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah,” jelasnya.

PVMBG merekomendasikan masyarakat atau wisatawan tidak diberbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah. Sementara itu, di Jakarta pada Sabtu (11/4) dini hari terdengar suara dentuman hingga menyebabkan getaran pada kaca. Dentuman yang menggetarkan kaca rumah membuat warga Jakarta, Bekasi, Depok dan Bogor kaget. Namun belum terkonfirmasi apakah suara dan getaran tersebut merupakan akibat dari erupsi Gunung Anak Krakatau.(*ema)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Back to top button
Close