NASIONAL

Penerima BLT Tak Tepat Sasaran, 560 KK Bakal Mengembalikan Uang


Denpasar, OborSultra.com – Penyaluran dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kabupaten Gianyar Prov. Bali, akhirnya jadi temuan karena banyak bantuan yang tidak tepat sasaran. Ironisnya, angkanya tidak tanggung-tanggung, yakni nilainya mencapai ratusan juta rupiah dengan jumlah penerima lebih dari seribu kepala keluarga (KK). Akibatnya, warga yang menerima bantuan ikut menjadi korban, dipaksa mengambalikan uang karena dianggap bantuan itu bukan haknya. Malah para kepala dusun yang dijadikan bamper untuk memikul tanggungjawab pengembaliannya.

Temuan penyimpangan penerima bantuan ini terungkap saat Rapat Komisi I DPRD Kab. Gianyar dengan Badan Pemasyarakatan Desa (PMD) dan Dinas Sosial Kabupaten Gianyar, pada Kamis (11/6/2020). Pertemuan ini merupakan evaluasi dan monitoring yang dilaksanakan oleh anggota dewan ke sejumlah desa, lantaran banyaknya keluhan masyarakat terkait pencairan BLT dan BST. Mulai dari penyaluran bantuan yang tidak tepat sasaran sampai data yang tercecer.

“Selain salah sasaran, juga terdapat banyak data warga penerima BST yang tercecer. Kondisi ini terjadi disejumlah desa di Kabupaten Gianyar. Salah satu penyebabnya karena keterlambatan Pemkab Gianyar, dalam hal ini Dinas Sosial Kabupaten Gianyar dalam menyetorkan data ke Kementerian Sosial RI,” kata Ketua Komisi I DPRD Gianyar, I Nyoman Amertayasa yang dikutip dari JarrakPos.com.

“Persoalan paling parah kami temukan di Desa Bedulu. Tercatat ada 62 KK yang harus mengembalikan BST yang keseluruhan mencapai Rp 30 juta lebih,” tambahnya.

Dari sebelas banjar di Desa Bedulu, lanjutnya yang paling banyak mengembalikan dari Banjar Tegallinggah, yakni sebanyak 20 BST.

“Jadi dalam hal ini Kepala Dusun yang mengembalikan ke kantor pos melalui Sekretaris Desa,“ kata Nyoman Amertayasa.

Kepala Dinas Sosial Kab. Gianyar, A. A. Putri Ari, juga mengakui ada kendala dalam pencairan BST tahap pertama. Ia mengatakan bahwa input data membutuhkan waktu.

“Berhubung input data membutuhkan waktu, sehingga data baru kami terima pada tanggal 29 April 2020, sedangkan Kemensos melakukan pencairan BST pada tanggal 28 April 2020 berdasarkan data tahun 2011,” kata Putri.

“Akibatnya, pencairan BST tahap pertama hanya diterima oleh 15.441 KK, padahal yang diajukan adalah 17.314 KK. Berdasarkan penghitungan tersebut diketahui ada 1.873 KK yang belum mendapat BST,” lanjutnya.

Sementara itu Kapala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Gianyar, Dewa Ngakan Adi, mengatakan penerima BLT di Kabupaten Gianyar yang juga tidak kalah kacaunya.

“Seluruh penerima BLT yang disalurkan sebanyak 9.337 KK di 62 Desa se-Kabupaten Gianyar. Namun, setelah pencairan tahap pertama, ternyata ada 560 KK yang dobel dengan BST. Ini terjadi karena BST datang belakangan. Untuk itu, KK penerima bantuan dobel, harus melakukan pengembalian,” tegasnya.

Nilai pengembalian BLT per KK sebesar Rp600 Ribu, sehingga untuk 560 KK total nilai bantuan yang harus dikembalikan sebesar Rp336 Juta.

Dikatakan ratusan KK yang mengembalikan BLT tersebut berasal dari 45 Desa di Kabupaten Gianyar. Setiap desa dengan KK yang mengambalikan BLT ini disebutkan bervariatif dan paling banyak di Desa Tulikup.(*ema)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait


Back to top button
Close