fbpx
Budidaya

Arti Suara Tokek Rumah

Tokek adalah hewan keturunan naga. Pada masyarakat Jepang percaya, bahwa Tokek adalah hewan titisan naga.


Kita semua tentu tahu apa itu Tokek, minimal pernah mendengar namanya, ada juga yang pernah mendengar suaranya, ada juga, bahkan pernah melihat bentuk fisiknya. Tokek umumnya aktif di saat senja dan malam hari, meski suara panggilannnya kadang terdengar pada siang hari.

Tokek adalah nama umum untuk menyebut cecak besar. Ada banyak jenis Tokek. Namun istilah Tokek pada umumnya dimaksudkan dengan adalah anggota marga Gekko, suku Gekkonidae. Yang merujuk kepada Tokek rumah (gecko gecko) yang tersebar meliputi wilayah didaerah Asia Selatan, Asia Tenggara, Korea, Jepang, hingga kepulauan Solomon dan Santra Cruz di Pasifik.


Beberapa tahun lalu, Tokek pernah begitu jadi buah bibir, umumnya bagi mereka yang suka berpetualang. Pembicaraan ketika itu, tentang harga yang Tokek sangat mahal, karena dianggap mampu menyembuhkan mereka yang menghidap HIV atau AIDS. Penyakit yang menyerang system imun tubuh manusia dan yang hingga kini belum ada obat medis yang mampu untuk menyembuhkannya. Oleh karenanya, ramuan obat tradisinol dengan bahan dasar Tokek itu, dipercaya sebagai ramuan yang paling mujarab.

Bagian lidah dan darah Tokek dipercaya mengandung zat yang bisa melawan virus HIV. Tokek yang memiliki khasiat itu, adalah Tokek yang berbobot lebih dari 3 ons dan dalam keadaan hidup

Selain lidah Tokek, bagian empedu Tokek juga mujarab untuk mengobati AIDS. Kabar beginilah yang membuat orang harus membeli Tokek dengan harga mahal sekalipun demi menyelamatkan nyawanya. Sedang sebelumnya, Tokek hanya dikenal sebagai hewan yang berguna sebagai obat penyakit gatal dengan cara membakar atau dengan menggorengnya.

Baca Juga:

Di Pasaran, kisaran harga Tokek yang kurang dari 1,5 ons pada kisaran dua ratus ribu rupiah, Namun, bila sudah besar, sekitar 2 ons, dan sudah tua, maka harganya bisa mencapai lima juta rupiah.

Jika bobotnya 3 atau 4 ons, harganya bisa mencapai seratus juta rupiah atau lebih, jika 1 kilogram harganya lebih dari dua ratus juta rupiah. Tokek raksasa yang pernah ditemukan di pedalaman Kalimantan memiliki berat 64 kg dan terjual dengan nilai Rp 179 Milyard. Akhirnya Tokek terbesar itu, dibeli oleh pengusahan korea melalui seorang warga negara Malaysia.

Selain kelebihan diatas, Tokek memiliki kemampuan lain, yakni kulit “peledak” air. Jika ditanya hewan apa yang paling benci air, mungkin ilmuwan dari universitas Sunshine Coast, Australia, akan menjawab Tokek. Sebab, menurut penelitian terbaru mereka, Tokek, memiliki kulit super yang bisa meledakkan air, ketika jatuh mengenai dirinya. Sehingga, kulit Tokek tidak akan bisa basah.

Rahasia kemampuan itu, terletak pada spinula, rambut khusus berbentuk seperti Jarum yang tersebar pada kulit Tokek. Spinula Tokek memiliki susunan unik yang membuatnya bisa mengumpulkan kair. Namun, hal itu hanya untuk sementara saja, sebelum air itu meresap masuk labih jauh, spnula itu akan melontarkannya ke udara.

Jika dilihat melalui alat pembesar, air yang jatuh dari jarum-jarum spinula, akan Nampak seperti diledakkan. Luar biasa.

Karena bentuknya yang “tidak Umum” maka, beredar mitos tentang Tokek, Mitos yang pada sebagian dipercaya kebenarannya, sedangkan pada sebagian lain, tidak percaya. Diantara Mitos-mitos itu adalah;

Tokek adalah salah satu binatang yang mengetahui kejadian yang akan datang pada diri manusia. Itu sebabnya, banyak orang yang mencoba bertanya keberuntungan mereka dengan bertanya pada Tokek ketika saat tokok berbunyi, seperti kaya, naik jabatan, lulus ujian, putus cinta dan lain-lain.

Tokek dianggap hewan pembawa keberuntungan. Hal ini, biasanya dikaitkan dengan, Tokek yang berbunyi ganjil, Tokek yang mempunyai buntut bercabang menghadap ke langit dan lain sebagainya.

Tokek dapat menyembuhkan penyakit AIDS. Dengan memanfaatkan beberapa bagian dari tubuh Tokek, seperti sudah dijelaskan diatas.

Tokek adalah hewan keturunan naga. Pada masyarakat Jepang percaya, bahwa Tokek adalah hewan titisan naga. Oleh sebab itu, beberapa orang disana, sangat menganggap bahwa Tokek adalah hewan yang sakral.

Tokek dengan berat 3 ons lebih sudah ada penunggunya. Tokek dengan berat diatas 3 ons keatas dipercaya telah memiliki khodam (penunggu ghaib), sehingga Tokek akan terlihat sangat besar dan berbanding terbalik dengan berat aslinya. Sehingga Tokek yang terlihat besar akan ringan ketika ditimbang, Sebabnya, karena khodam Tokek pergi ketika saat ditimbang.

Tokek dianggap hewan penolak bala. Sehingga mereka yang percaya dengan mitos ini, berusaha menghadirkan Tokek di rumahnya, dengan cara memelihara Tokek. Apapun caranya, jika perlu dengan membeli Tokek dengan harga tinggi sekalipun.

Sekali kita digigit Tokek, maka tidak akan di lepas, hingga ada suara petir menyambar. Namun, faktanya tidak demikian, gigitan Tokek bisa dilepas dengan cara mengganti tangan kita dengan bahan yang empuk atau dengan ranting pohon.

Seorang pemburu Tokek di Probolinggo Jawa Timur memberi tips, bila satu bagian tubuh kita tergigit, maka sentil atau pukul bagian kaki dan perut Tokek. Cukup 1 – 2 menit kemudian, si Tokek akan melepas gigitannya.

Arti suara Tokek

Bunyi Tokek adalah untuk menandai wilayahnya dan juga untuk menarik perhatian lawan jenis. Tokek rumah bergantung pada keberadaan serangga yang menjadi makanan mereka. Jika mereka merasa ada Tokek lain yang masuk wilayahnya dan mengambil sumber makannya, Tokek akan mengeluarkan suara.

Tokek rumah membuat beberapa suara yang berbeda khususnya:

  • Gonggongan
  • Ciut
  • kicau
  • Mengklik

Suara gonggongan tersebut diyakini sebagai mekanisme pertahanan untuk mengusir predator lain atau tokek rumah saingan lainnya, yang mencoba menyusup ke wilayah mereka.

Mencicit adalah suara lain yang mereka buat, yang diyakini terdengar terutama selama perkelahian. Namun suara klik digunakan untuk menarik tokek betina untuk kawin.

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close