DAERAH

Dirut PT Tosalaro Bumdesma Butur Bantah Pernyataan Anggota DPRD, Pabrik Kelapa Tosalaro Tidak Berproduksi


Buranga, OborSultra.com – Direktur Utama (Dirut) PT. Tosalaro Bumdesma (Bumdes bersama), pabrik kelapa Tosalaro, Ruhini, angkat bicara terkait adanya pernyataan anggota DPRD Kab. Buton Utara yang mengatakan bahwa perusahaan pembuat minyak itu sudah tidak berproduksi lagi.

Menurut Ruhini, sangat disayangkan pernyataan itu dilontarkan tanpa adanya penelusuran serta kunjungan lapangan terlebih dahulu.

“Sejak awal pabrik kelapa Tosalaro ini masih tetap beroperasi sampai sekarang tetap melakukan aktifitasnya dengan memproduksi Virgin Coconut Oil (VCO) dan Coocking Coconut Oil (CCO) atau yang biasa dikenal dengan nama minyak Ereke, dengan produksi 200 liter/hari,” ujar Ruhini dalam wawancara via sambungan telepon selular, Minggu (11/10/2020).

Pabrik kelapa Tosalaro adalah milik PT. Tosalaro Bumdesma (Bumdes bersama), merupakan perusahaan milik asosiasi desa se-Kecamatan Kulisusu Utara. Kegiatan pabrik sehari-hari adalah memproduksi VCO dan CCO dengan bahan baku buah kelapa yang diperoleh dari hasil panen masyarakat baik dari dalam kecamatan maupun diluar Kecamatan Kulisusu Utara.

Ket.foto: Karyawan pabrik kelapa Tosalaro PT. Tosalaro Bumdesma, Desa Wamboule Kecamatan Kulisusu Utara Kab. Butur .(foto: ist/net).

“Kami tidak pernah berhenti memproduksi VCO ataupun CCO karena permintaan akan dua produk PT. Tosalaro Bumdesma tersebut selalu ada. Permintaan dari Kendari, Bau-Bau sampai Jakarta selalu ada setiap bulannya, bahkan permintaan yang rutin adalah dari Polres Buton Utara yang setiap saat memesan 20-30 liter atau sesuai kebutuhan mereka,” lanjutnya.

“Produk kami sangat diminati bagi kalangan yang sadar akan fungsi VCO dan CCO bagi kesehatan. karena dapat meningkatkan imunitas tubuh apalagi dimasa pandemi Covid-19 sekarang ini. Beberapa diantaranya jajaran yakni Kapolda Sultra yang menggunakan CCO atau minyak Ereke dan Kapolres Buton Utara yang juga rutin mengkonsumsi VCO produk kami,” tambahnya.

Baca juga: Kapolres Butur Semangati Pekerja, Dukung Produk Organik VCO dan CCO Kabupaten Buton Utara

“Kami bersyukur atas adanya program Pemda yang telah memfasiltasi beberapa sarana pendukung dan pemasaran karena ini juga sama dengan mensupport petani kelapa khususnya di Kecamatan Kulisusu Utara. Kami yang baru satu tahun berdiri memang sangat membutuhkan support dari pemerintah, legislatif dan masyarakat untuk mendukung produk unggulan Buton Utara,” terangnya.

“Pabrik kelapa Tosalaro juga memberikan keuntungan yang lebih besar kepada petani karena kami membeli dengan harga tinggi di petani hingga Rp1.700/butir, yang mana sebelum pabrik ini ada, harga kelapa hanya berkisar Rp500-Rp800/butir. Bahkan sampai saat inipun harga kami masih lebih tinggi dari pengumpul kelapa lainnya yang hanya membeli dengan harga Rp1.300/butir,” ungkapnya.

Disinggung adanya pernyataan anggota DPRD tentang permintaan Dinas Ketahanan Pangan Kab. Butur produk VCO sebanyak 30.000 liter, Ruhini membantah hal tersebut. Menurutnya, permintaan bukan sebanyak 30.000 liter tetapi kurang lebih 1.500 liter saja.

“Tidak benar 30.000 liter, tapi kurang lebih 1.500 liter. Memang, kami tidak bisa serta merta langsung memproduksi sebanyak permintaan tersebut karena ketersediaan bahan baku yang tidak secara serentak terkumpul. Namun demikian kami tetap upayakan target tersebut bisa selesai hingga batas waktu yang telah ditetapkan, dengan menampung lebih banyak lagi bahan baku dari petani serta menambah tenaga kerja yang ada, karena tenaga kita yang ada sekarang baru berjumlah 23 orang,” jelasnya.

“Terakhir, harapan saya sebagai masyarakat dan putra daerah Kulisusu Utara agar perwakilan masyarakat yang duduk di DPRD Kab. Butur hendaknya senantiasa memberikan dukungan penuh terhadap kami, berkomunikasi dan duduk bersama membahas kendala yang kami hadapi dalam rangka bagaimana usaha Bumdesma ini bisa lebih dikembangkan lagi,” tutupnya.(ema)

Tinggalkan Balasan


Back to top button
Close