DAERAH

Balitbang Seminarkan Hasil Akhir Riset Tiga Kebijakan Gubernur Sultra


Kendari, OborSultra.com – Untuk mengimplementasikan pencapain misi Gubernur Sulawesi Tenggara, Balai Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Sultra melakukan riset kebijakan terkait tiga misi Gubernur Sultra, yakni misi Pertama, Kedua dan Keempat, dilaksanakan di hotel Horizon Kendari, Kamis (8/10/2020).

Penelitian yang terkait dengan misi pertama, bertajuk Kajian Komprehensi Pemetaan Kondisi Ekonomi, Ketahanan Pangan, Kualitas Pendidikan, Kesehatan, Politik dan Mental Spiritual dalam Mewujudkan Sultra yang Aman, Maju, Sejahtera dan Bermartabat, bertindak sebagai ketua tim peneliti, Dr. Syamsir Nur,.

Misi Kedua dengan topik Identifikasi dan Pemetaan Komoditas Ekspor Sektor Pertanian di Sulawesi Tenggara, dengan ketua tim, Zainal Abidin STP, Msi.

Ket. foto: Kegiatan seminar akhir hasil penelitian/kelitbangan Tahun 2020, Balitbang Prov. Sultra.(foto: ist/net).

Misi Ketiga dengan topik Pengembangan Sistem Interkonektivitas Antar Wilayah Untuk Mendorong Percepatan Pembangunan di Sulawesi Tenggara, sebagai ketua tim, Dr. Ir. La Ode Magribi.

Kepala Balitbang Sultra, Dr. Ir. Sukanto Toding, MSP, MA, mengemukakan, dalam upaya mengelaborasi empat misi Gubernur, Balitbang telah mengarahkan fokus kajian pada penguatan isu-isu strategis.

“Dalam upaya mengelaborasi empat misi Gubernur, Balitbang Sultra sejak 2 tahun mengarahkan fokus kajian pada penguatan isu-isu strategis untuk menjadi bahan masukan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mengimplementasikan visi-misi Gubernur,” ujarnya saat membuka seminar akhir hasil-hasil kelitbangan, Balitbang Prov. Sultra.

Sukanto menjelaskan, tahun lalu (2019) Balitbang melakukan kajian untuk penguatan misi ketiga tentang Profesionalisme Birokrasi, lebih khusus pada tema Inovasi Daerah. Tahun ini secara simultan fokus pada 3 misi, yakni misi kesatu, kedua dan keempat.

“Pada misi kesatu misalnya, penelitian tahun ini kami tekankan pada kajian evaluasi 2 tahun kepala daerah, dan berupaya membangun kerangka indikator yang digunakan dalam pencapaian misi pertama, misalnya indikator kemiskinan, ketahanan pangan hingga indikator demokrasi,” terangnya.

“Kerangka indikator ini penting, utamanya bagi Bappeda (sebagai Koordinator RPJMD) yang pada akhir masa jabatan gubernur nanti akan melakukan evaluasi sejauhmana pencapaian indikator-indikator misi yang telah ditetapkan dalam RPJMD. Demikian seterusnya, untuk misi kedua dengan tema utama dayasaing, kami memilih tema penguatan ekspor; melalui kajian ini, kita ingin mengetahui sejauhmana potensi ekspor sultra saat ini dan kapasitas produksi dari masing-masing komoditi tersebut,” jelasnya.

“Terakhir untuk misi ketiga, kami bermitra dengan rekan-rekan ahli Universitas Halu Oleo Kendari (Ahli Transportasi dan Tata Ruang) untuk memformulasikan bagaimana konsep interkoneksitas antar wilayah di Sultra, agar dicapai pemanfaatan ruang dan pengelolaan sumberdaya yang optimum untuk peningkatan percepatan pembangunan Sultra,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Riset Daerah (DRD) Prof.Dr. Andi Bahrun, MAgr, sekaligus bertindak sebagai koordinator penilai hasil penelitian (Reviewer), mengingatkan untuk upaya strategi hilirisasi hasil penelitian.

“Bahwa sejauh ini masih banyak hasil-hasil penelitian kita yang belum optimal dilakukan ditingkat OPD maupun stakeholder lain yang membutuhkan. Pada Kebutuhan ini, sangat diharapkan Balitbang lebih mengarahkan juga upaya sosialisasi hasil penelitian ini ke masing-masing pihak yang kompeten untuk dimanfaatkan agar tercapai target-target yang diinginkan,” ucap Andi Bahrun.

Turut membahas hasil kajian penelitian, Kepala Dinas Perhubungan, Dr. Ir. Hado Hasina, MT, yang menguraikan bahwa tantangan pemda dalam mengimplementasikan misi keempat Gubernur Sultra, bukan saja pada tataran konsep interkoneksitasnya (infrastruktur dan sumberdayanya), tapi bagaimana mengkoneksikan pihak-pihak (kemitraan) yang terlibat, yang akhirnya bermuara pada kerjasama peran dan pembiayaan, yang disebut “P4” (Public Private People Partnership).

“Hanya dengan kemampuan Pemda memobilisasi peran-peran kemitraan multipihak ini, kita dapat merealisasikan konsep interkoneksitas Garbarata, yang memang sejatinya membutuhkan dana yang cukup besar,” pungkas Hado Hasina.(*ema)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait


Back to top button
Close