INTERNASIONAL

Mengejutkan! WHO Tak Sarankan Lockdown Lagi, Untuk Hindari Keterpurukan Ekonomi Semakin Parah


Jakarta, OborSultra.com – Kabar mengejutkan datang dari Badan Kesehatan Dunia (WHO). Salah seorang petinggi organisasi ini, menyerukan para pemimpin dunia untuk berhenti melakukan penguncian (lockdown) demi ekonomi.

Hal ini diutarakan Dr Davis Nabarro. Ia bahkan mengklaim satu-satunya kesuksesan lockdown adalah meningkatkan kemiskinan, tanpa menyebutkan potensi menyelamatkan nyawa.

“Lockdown hanya memiliki satu konsekuensi yang tidak boleh Anda remehkan, dan itu membuat orang miskin menjadi semakin miskin,” katanya dikutip dari CNBC yang mengutip media Australia News.com.

“Kami di WHO, tidak menganjurkan penguncian, sebagai cara utama pengendalian virus ini.”

Ia menegaskan lockdown dapat dibenarkan hanya untuk memberi waktu bagi para pemimpin menyusun kembali sumber daya untuk melindungi petugas kesehatannya. Ia mengatakan akibat lockdown banyak industri global hancur, misalnya pariwisata dan pertanian kecil.

“Tampaknya kita mungkin memiliki dua kali lipat kemiskinan dunia pada tahun depan. Kami mungkin memiliki setidaknya dua kali lipat dari malnutrisi anak,” ujarnya lagi.

Ia pun meminta pemimpin dunia melakukan cara lain. Misalnya bekerja sama satu sama lain.

Hal ini berbeda dengan seruan-seruan sebelumnya yang diutarakan lembaga PBB itu. Beberapa kali WHO memperingatkan negara-negara agar tidak berlaku cepat mencabut penguncian terutama selama menghadapi gelombang pertama virus.

“Hal terakhir terjadi di negara mana pun saat membuka sekolah dan bisnis, hanya untuk dipaksa menutupnya lagi karena kebangkitan (corona),” kata Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus sebelumnya ditulis NYPost.

Meski begitu, bos WHO itu juga meminta negara-negara lainnya semakin aktif dalam pengujian dan pelacakan kontak. Sehingga lockdown bisa dibuka dengan aman dan menghindari penguncian lainnya di masa yang akan datang.

“Kita perlu mencapai situasi yang berkelanjutan di mana kita memiliki kendali yang memadai terhadap virus ini tanpa mematikan hidup kita sepenuhnya, atau beralih dari lockdown ke lockdown lain yang sangat merugikan bagi masyarakat,” katanya.

CNBC Indonesia sementara ini mencoba menghubungi WHO untuk meminta klarifikasi soal ini.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait


Back to top button
Close