fbpx
DAERAH

Langgar Aturan Garis Sempadan, Dua Bangunan di Kendari Disegel


Kendari, OborSultra.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kendari melakukan penyegelan terhadap dua bangunan yang melanggar garis sempadan dan Perda nomor 1 tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Kendari, Rabu (11/11/2020).

Kedua bangunan yang disegel tersebut yaitu rumah makan Mangrove milik ibu Sitti Hasna yang berada di sempadan kali Wanggu jalan ZA Sugianto serta pagar milik warung kopi H. Anto.


Direktur Penertiban Pemanfaatan Ruang Kementerian ATR, Andi Renald, yang ikut dalam kegiatan ini mengatakan, bangunan permanen tersebut menyalahi aturan karena berada di sempadan kali yang berfungsi sebagai daerah resapan.

Ket. foto: Proses dialog pada penyegelan pagar salah satu warung kopi di Kendari.(foto: Rikal).

Meski demikian, dia meminta agar pemerintah kota melakukan pengkajian ulang terkait pembongkaran bangunan milik Sitti Hasna karena memiliki fungsi sosial yaitu memiliki gedung olahraga.

Baca Juga:

Ditempat terpisah, Kepala dinas PUPR Kota Kendari, Erlis Sadya Kencana, mengatakan bahwa sudah terpasang segel untuk bangunan yang terletak di kampung Manrove.

“Tadi kita sudah memasang segel untuk di kampung Mangrove yang ada beberapa bangunan itu permanen arahan dari pak Andi Renald, Alhamdulillah kami diberi kemudahan dan juga para pemilik ini taat hukum sehingga mereka bersedia untuk di lakukan penyegelan” jelas Erlis.

Erlis menambahkan, ini merupakan sebuah bentuk keseriusan pemerintah kota terkait adanya aturan dari pemerintah pusat, semoga dalam waktu dekat ini sudah ada bangunan yang di tertibkan. Pihaknya juga berharap semoga pada saat melaksanakan penertiban agar pihak didampingi langsung oleh dirjen.

Sementara itu, H. Anto yang merupakan pemilik warkop awalnya menolak untuk melakukan menandatangani berita acara pasalnya isi berita acara tersebut akan melakukan pembongkaran terhadap bangunan gedung, namun setelah dilakukan perubahan dia pun bersedia untuk menandatanganinya.

“Pemerintah kota menyegel pagar saya karena di anggap melanggar, untuk panjang pagar saya ini 75 meter dan kalau untuk pagar saya sebagai masyarakat saya merelakan” jelas H. Anto.

“Yang di segel tadi pagar bukan bangunan jadi tadi berita acaranya saya nda tanda tangan. Protes itu karena kata gedung itu harus dirubah menjadi pagar. Dan sudah dicoret tadi kata gedung diganti dengan kata pagar karena ini bicara hukum dan saya tidak akan tanda tangan kalau bicara bangunan atau gedung tapi karena sudah diganti jadi pagar yahh saya relakan pagar saya dibongkar untuk kepentingan umum” tutupnya.(RK)

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close