fbpx
NASIONAL

Fokus Persiapan Haji Tahun 2022, Pemerintah Aktif Komunikasi Dengan Arab Saudi


"Pemerintah apresiasi kebijakan Arab Saudi yang mempertimbangkan kondisi pandemi Covid-19"

Jakarta, OborSultra.com – Kementerian Agama Republik Indonesia mulai fokus melakukan komunikasi dengan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dalam hal kuota dan persiapan haji tahun 2022.

Hal itu disampaikan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sekaligus merespons keputusan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi soal skema haji 1442 H/2021 M yang hanya untuk jemaah lokal.


“Kita sekarang akan fokus pada persiapan penyelenggaraan haji 1443 H. Pemerintah Indonesia akan secara aktif dan lebih dini melakukan komunikasi dengan Pemerintah Saudi untuk mempersiapkan pelaksanaan haji jika tahun 2022 ibadah haji dibuka kembali,” kata Yaqut dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (12/6/2021).

Pemerintah mengapresiasi kebijakan Arab Saudi yang mempertimbangkan kondisi pandemi Covid-19 sebagai alasan pembatasan ibadah haji. Menurut Yaqut, keputusan itu sekaligus menjadi pedoman yang jelas bagi umat islam seluruh dunia, tidak hanya Indonesia, dalam penyelenggaraan haji tahun 2021.

Baca Juga:

Yaqut berharap keputusan ini akan mengakhiri polemik atas munculnya informasi hoaks selepas pengumuman pembatalan keberangkatan jemaah haji Indonesia pada minggu lalu.

Ket. Foto: Informasi Haji tahun 2021 Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.(Foto: @HajMinistry)

“Keputusan ini menunjukkan bahwa Pemerintah Arab Saudi menomorsatukan aspek keselamatan dan kesehatan jiwa jemaah. Dengan pembatasan ini, maka protokol kesehatan akan tetap bisa berjalan dengan baik sekaligus mengantisipasi potensi penularan wabah dengan jumlah yang masif,” jelas Yaqut.

Ia juga mengajak semua pihak untuk mengambil hikmah dari peristiwa ini.

Diketahui, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi resmi menutup akses ibadah haji untuk WNA imbas kondisi pandemi Covid-19 yang belum terkendali, disertai munculnya banyak kasus varian mutasi virus corona di berbagai negara.

Dikutip dari akun Twitter resmi @HajMinistry, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menginformasikan bahwa jumlah total peserta haji kali ini hanya 60 ribu orang, dikhususkan bagi warga Arab Saudi dan warga negara asing yang telah tinggal di sana dengan ketentuan, syarat haji kali ini adalah jemaah yang sudah menerima suntikan dosis vaksin Covid-19 secara lengkap.(*ema)

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close