fbpx
INTERNASIONAL

Mirip Kisah Nabi Yunus, Seorang Penyelam Lobster Tertelan Ikan Paus


"Kejadian serupa pernah dialami oleh Direktur Dive Expert Tours dari Afrika Selatan pada pertengahan Maret 2019"

Jakarta, OborSultra.com – Dalam sebuah situasi yang mengingatkan kita pada kisah dalam Kitab Suci Al-Qur’an tentang Yunus yang ditelan ikan paus, Seorang penyelam lobster komersial Michael Packard (56 tahun) selamat setelah tertelan dalam mulut paus bungkuk di lepas pantai Cape Cod, dan kemudian dimuntahkan.

Michael Packard mengatakan dia berada di kedalaman sekitar 45 kaki (14 meter) di perairan Provincetown saat itu. “Tiba-tiba saya merasakan benjolan besar, dan semuanya menjadi gelap,” ujarnya.


Paus Bungkuk Ini Pulang Awalnya, dia mengira telah diserang oleh salah satu hiu putih besar yang berenang di daerah itu.

“lalu saya meraba-raba dan saya menyadari tidak ada gigi,” dia mengira telah diserang oleh hiu, yang umum di perairan daerah.

Baca Juga:

Tetapi kemudian dia meraba-ra dan sadar tidak bisa menemukan gigi. Dia juga tidak merasa kesakitan.

“Kemudian saya menyadari bahwa saya berada di mulut ikan paus … dan dia mencoba menelan saya,” kata Packard melansir Al Jazeera pada Sabtu (12/6/2021).

Awal mula kejadian itu adalah ketika Michael Packard mereka berada sekitar 25 mil laut dari pesisir pantai ketika laut terlihat mulai bergejolak dan Packard tertelan kedalam mulut ikan paus seperti kisah Yunus dalam Alkitab.

Dalam cerita kitab itu, Junus dilempar kedalam laut ketika sedang terjadi badai dan ditelan ikan paus selama 3 hari sebelum dimuntahkan kembali di pesisir Niniwe.

“Saya sendiri berpikir bahwa saya akan mati,” Packard mengatakan dia memikirkan istri dan dua anak laki-lakinya, berusia 12 dan 15 tahun. Packard memperkirakan dia berada di mulut paus selama sekitar 30 detik pada Jumat (11/6/202).

Tetapi dia terus bernapas karena masih memiliki alat bantu pernapasan. Kemudian paus itu muncul ke permukaan, mengguncangkan kepalanya, dan meludah mengeluarkan Packard dari mulutnya.

“Saya melihat cahaya, dan dia (paus) mulai mengguncangkan kepalanya. Dan hal berikutnya yang saya tahu saya berada di luar (di permukaan laut),” kata Packard kepada Cape Cod Times.

Jooke Robbins, direktur studi paus bungkuk di Pusat Studi Pesisir di Provincetown, Massachusetts, mengatakan dia tidak punya alasan untuk meragukan laporan itu.

Robbins mengatakan dia belum pernah mendengar tentang “kecelakaan” semacam ini, tetapi “mungkin dia berada di tempat yang salah pada waktu yang salah,” ujar Robbin.

“Saya tidak berpikir itu bohong karena saya tahu orang-orang yang terlibat … Jadi saya punya banyak alasan untuk percaya bahwa apa yang mereka katakan itu benar,” katanya kepada kantor berita AFP.

“Jika mereka ikan paus… mereka akan bergegas ke depan, membuka mulut mereka dan menelan ikan dan air dengan sangat cepat,” katanya.

Dia menambahkan bahwa mereka memiliki mulut yang besar, tetapi tenggorokannya sangat sempit sehingga mereka tidak akan bisa menelan manusia. “Penting bagi orang untuk cukup waspada, dan ketika mereka melihat ikan paus, jaga jarak yang baik. Sangat penting untuk memberi paus ruang mereka, ” tambah Robbins.

Kejadian serupa pernah dialami oleh Direktur Dive Expert Tours, Rainer Schimpf (51) dari Afrika Selatan sedang mendokumentasikan pergerakan ikan sardin pada pertengahan Maret 2019, ketika sebuah kejadian heboh terjadi padanya di perairan Port Elizabeth Harbour, wilayah Timur Cape Town.

Schimpf mengalami hal yang sama bahkan berpotensi menyebabkan kematiannya setelah tertelan masuk kedalam mulut ikan mamalia raksasa yang juga sedang mengejar ikan sardin dalam pusaran itu.

Setelah kejadian yang heboh itu, Schimpf mengatakan kepada TV Barcroft bahwa Ia pada saat kejadian itu sedang mendokumentasikan sebuh ikan paus yang memangsa segerombolan besar ikan dan tiba-tiba segala sesuatunya menjadi gelap dan Ia merasa telah berada dalam mulut ikan paus yang sangat besar.

Seperti dilansir dari Media Daily Mail, kepada Barcroft TV, Ia mengatakan “Saya merasakan tekanan di pinggang saya dan saya berpikir, tidak boleh takut dalam situasi seperti ini – anda harus gunakan insting anda.”

“Segala sesuatunya terjadi seketika itu juga, anda tidak sedang bersiap menghadapinya – hanya insting saja yang berbicara pada saat itu,” tambahnya.

Saya menahan nafas sebab saya berpikir ikan itu akan meyelam ke laut dalam dan melepaskan saya di sana, semua terlihat sangat gelap di dalam perutnya.

Paus bungkuk cenderung makan dengan membuka mulut lebar-lebar untuk menelan sebanyak mungkin mangsa, seperti ikan atau krill. Jadi ilmuwan kelautan berspekulasi bahwa apa yang terjadi pada Packard kemungkinan besar murni kebetulan.

Seorang ahli mengatakan kepada Cape Cod Times bahwa hampir tidak pernah terdengar paus menelan manusia. BBC melaporkan, paus bungkuk dapat tumbuh sepanjang 50 kaki (15 m) dan beratnya sekitar 36 ton. Menurut World Wildlife Fund, populasi paus bungkuk global mereka sekitar 60.000.(*ade)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Back to top button
Close