FIGUR TOKOH

Swietenia Puspa Lestari Dukung Program Revitalisasi Bumi Untuk Lingkungan Yang Sehat


Nusadua, OborSultra.com – Program Revitalisasi Bumi yang digagas Kemenparekraf diharapkan bisa menjadi pendorong untuk membangun kembali kepercayaan wisatawan untuk tetap berkunjung ke Indonesia diselenggarakan di Nusadua Bali, Rabu (12/8/2020).

Swietenia Puspa Lestari, Founder & Executive Director of Divers Clean Action yang hadir sebagai narasumber menjelaskan perlunya menanamkan kesadaran masyarakat untuk selalu bisa menjaga kelestarian laut agar tetap bersih serta menanamkan pola hidup sehat sebagai salah satu dukungan kepada pemerintah untuk mendongkrak kembali kunjungan wisata khususnya pariwisata Bali yang sedang terpuruk akibat dampak pandemi Covid-19.

“Kami sangat mengapresiasi adanya program dari Kemenparekraf ini, yang dimasa pandemi ini tidak hanya membantu pelaku usaha dengan hanya memberikan insentif, tapi me-launching sebuah program yang menurut kami sangat holistic,” ujar gadis yang akrab disapa Tenia ini.

Tenia memaparkan program ini tidak hanya sebagai ajang untuk bersih-bersih di beberapa titik obyek wisata, tapi ada bimbingan-bimbingan teknis kepada pelaku wisata ditiap titik agar bisa kembali bangkit dimasa pandemi Covid-19 ini.

“Akan ada bimbingan-bimbingan teknis kepada pelaku wisata agar bisa survive serta justru bisa menang di masa pandemi ini dengan cara meyakinkan wisatawan bahwa dititik itu bersih, aman dan sehat serta juga mengurangi permasalahan lingkungan yang juga bisa memunculkan potensi pandemi di kemudian hari,” ujar dara kelahiran Bogor 23 Desember 1994 ini.

Swietenia Puspa Lestari, Founder & Executive Director of Divers Clean Action

Ia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung Program Revitalisasi Bumi ini yang menurutnya tidak akan menjadi ajang seremonial saja, tapi akan terus mengawal sampai masa tanggap darurat Covid-19 ini selesai.

“Untuk di Bali, kami sudah keliling di sejumlah titik dan melihat bahwa masyarakat sudah cukup mengimplentasikan protokol tatanan era baru menghadapi pandemi ini, penggunaan masker ada sanitizer, tapi jangan lupa dampak lingkungan juga harus diperhatikan seperti adanya Pergub Bali mengenai penggunaan plastik agar ditaati juga,” katanya.

Wanita yang pernah masuk kedalam Daftar 100 Perempuan Inspiratif versi BBC dan hoby menyelam ini berharap ada fasilitas sebagai antisipasi dampak penggunaan wadah berbahan plastik terutama didaerah kawasan yang jauh dari pemukiman.

Acara yang dihadiri sejumlah narasumber yang hadir antara lain Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Deputi Bidang Produk Wisata Kemenparekraf Ir. Rizki Handayani serta narasumber lain diantaranya Drs. Gede Ardika Meteri Kebudayaan dan Pariwisata (Periode 2001-2004) dan Jolene Maria Cholock Rotinsulu, Putri Indonesia Lingkungan 2019.(day)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait


Back to top button
Close