NASIONAL

Korban Kebakaran Lapas Tangerang Bertambah Menjadi 46 Orang, Kalapas Dan Sejumlah Sipir Diperiksa Polisi

"Saat ini konsentrasi kami adalah pada warga binaan dan pemulihan kondisi Lapas. Kami harus jaga kondisi Lapas Tangerang agar tetap kondusif"


Jakarta, OborSultra | Korban meninggal akibat kebakaran di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang bertambah satu orang, sehingga jumlah totalnya mencapai 46 jiwa.

Kepala Instalasi Hukum Publikasi dan Informasi RSUD Kabupaten Tangerang Hilwani, mengungkapkan korban terkini yang meninggal berinisial T (50) pada Minggu malam (12/9).


Menurut Hilman, seperti dikutip Kompas.com, korban menderita luka bakar 40 persen dengan trauma inhalasi berat. Saat dibawa ke rumah sakit, korban sudah menderita luka-luka yang cukup berat, sehingga operasinya tertunda.

Baca Juga:

Polda Metro Jaya dijadwalkan akan memeriksa kalapas dan belasan pegawai lapas, termasuk saksi dari napi dan petugas PLN Hari ini, Senin (13/9).

“Pemeriksaan sebagai saksi dilaksanakan pada hari Senin, 13 September 2021, di Polda Metro Jaya,” ungkap Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan, kepada wartawan, Sabtu, (11/09).

Sebelumnya pada Rabu (8/9), atau hari terjadinya kebakaran, jumlah korban tewas sebanyak 41 orang – termasuk dua warga negara asing asal Afrika Selatan dan Portugal.

Lalu beberapa hari kemudian jumlahnya bertambah setelah beberapa korban yang dirawat di rumah sakit tutup usia akibat luka bakar yang mereka derita.

Pada Kamis (9/9) tiga napi yang sempat dirawat di RSUD Kabupaten Tangerang meninggal dunia. Ketiganya berinisial A, H, dan T, yang masing-masing memiliki kadar luka bakar yang berbeda-beda, sehingga saat itu total korban meninggal menjadi 44 orang.

Lalu pada Sabtu (11/9), seorang napi lagi meninggal. Menurut Kepala Instalasi Hukum Publikasi dan Informasi RSUD Kabupaten Tangerang, Hilwani, napi itu berinisial H (42). Mendiang menderita luka bakar hingga 63%, sebagaimana dilaporkan CNN Indonesia. Kala itu, total korban tewas menjadi 45 jiwa.

Jumlah korban bertambah satu lagi menjadi 46 orang dengan meninggalnya T pada Minggu malam (12/9).

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, mengungkapkan bahwa sejak berdiri selama 49 tahun Lapas Kelas I Tangerang tidak memperbaiki instalasi listriknya.

Ini terkait dengan pernyataan sebelumnya dari Kapolda Metro Jaya, Irjen M Fadil Imran, bahwa dugaan sementara penyebab kebakaran adalah arus pendek listrik, namun ini masih harus diselidiki lebih lanjut.

“Lapas Kelas I Tangerang dibangun tahun 1972. Sejak itu kita tidak memperbaiki instalasi listriknya. Ada penambahan daya tapi instalasi listrik masih tetap,” kata Yasonna dalam jumpa pers di Tangerang Rabu (8/9).

Yasonna melanjutkan, dugaan sementara seperti disampaikan Kapolda Metro Jaya tadi adalah karena masalah arus pendek. Namun demikian Puslabfor Polri dan Polda Metro Jaya sedang meneliti sebab musabab dari kebakaran tersebut.

Yasonna juga mengakui bahwa Lapas Tangerang ini sudah kelebihan kapasitas 400%, saat ini dihuni 2.072 orang.

Lapas Tangerang Kelebihan kapasitas

Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Rika Aprianti mengungkapkan kebakaran itu terjadi sekitar pukul 01.50 WIB di blok C.

“[Korban meninggal] semua warga binaan,” kata Rika mengutip BBC News Indonesia.

Sebelumnya, Rika kepada para wartawan mengakui bahwa blok itu sudah kelebihan kapasitas. Menurutnya blok itu sedianya untuk 40 napi. Namun blok itu dihuni 120 orang.

Kelebihan kapasitas tak hanya di blok tersebut, tapi juga secara keseluruhan di Lapas Kelas 1 Tangerang.

“Kondisi lapas tentu over-kapasitas yang harusnya 900 (orang), saat ini diisi 2.069 orang,” ujar Rika dalam tayangan Kompas TV, Rabu (08/09).

“Tentunya memang tidak bisa dijadikan alasan, tetapi itulah tantangan yang harus kami hadapi,” ucap dia.

Dia juga mengungkapkan penyebab kebakaran masih sedang diselidiki lebih lanjut.

“Saat ini konsentrasi kami adalah pada warga binaan dan pemulihan kondisi Lapas. Kami harus jaga kondisi Lapas Tangerang agar tetap kondusif,” ujar Rika.

Dia juga menganjurkan kepada keluarga napi yang ingin mengetahui keadaan kerabatnya di Lapas Tangerang agar menghubungi nomor hotline call center.

“Kepada keluarga yang ingin mengetahui kondisi kerabatnya, silakan hubungi nomor 0813 83557758,” kata Rika.(*ade)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker