DAERAH

Kabupaten Konawe Utara Jadi Percontohan Nasional Penanganan Bencana

Bupati Ruksamin Segera Bangun Kawasan Wisata Pembelajaran Kebencanaan


Unaaha, OborSultra.com – Konawe Utara yang dianugerahi kekayaan sumber daya alam yang luar biasa, namun di sisi lain diberikan pula ancaman bencana besar, berdasar data Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB), Tercatat, sebanyak 370 unit rumah hilang terseret arus, tetapi, tidak ada satupun korban jiwa saat terjadi banjir bandang pada awal hingga pertengahan Juni 2019 silam.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo meminta kepada kepala daerah, untuk mencontoh daerah Konawe Utara dalam penanganan banjir. Bukan itu saja, Kementerian Pembangunan Masyarakat dan Kebudayaan (PMK) RI menyebut bahwa penanganan banjir di Kabupaten Konawe Utara pada pertengahan Juni 2019 lalu merupakan percontohan nasional penanganan bencana.

Baca juga : Bupati Koltim Resmikan IGD Puskesmas Tinondo

Bupati Konawe Utara, Ruksamin yang ditemui OborSultra.com saat menghadiri Musyawarah Pusat Lembaga Adat Tolaki di Unaaha, Konawe, Kamis (13/2/2020), menyampaikan kiatnya dalam menangani banjir didaerahnya serta langkah-langkan yang diambil pasca banjir yang merendam 38 desa, 3 kelurahan dan 6 kecamatan di Konawe Utara tersebut.

Menurutnya, sebagai kepala daerah, mengambil langkah administratif sebagai pedoman dari instruksi presiden adalah langkah awal yang ia ambil saat menangani banjir di daerahnya.

“Selama ini yang menjadi Komando [Tanggap Darurat] dalam hal penanggulangan bencana di daerah adalah SK Bupati yang menunjuk, kalau bukan Dandim biasanya Kapolres, Ini yang biasanya tidak konek,” katanya.

Ruksamin mengisahkan bahwa pada saat becana di Konut terjadi ia langsung memutuskan menjadi pemegang Komando Tanggap Darurat, sedangkan wakil komando dia serahkan kepada Dandim, Kapolres, dan Wakilnya. dan yang membuat proses penanggulangannya sesuai dengan harapannya adalah adanya kesiap-siagaan serta kordinasi yang baik antar semua pihak. Disamping itu ia juga tidak segan-segan bertindak keras terhadap warganya yang menolak proses evakuasi.

Baca juga : Sultra Sah Tuan Rumah Hari Pers Nasional Tahun 2021

“Kordinasi yang baik dengan semua pihak, baik dengan BMKG, Basarnas, TNI, Polri, semua pihak, temasuk dengan organisasi-organisasi serta relawan-relawan, baik organisasi yang bernuansa keagamaan maupun organisasi sosial kemasyarakatan, ” ujarnya.

Menurutnya, kesiap-siagaan degan melakukan kordinsi awal dengan BMKG dalam mengantisipasi datangnya bencana juga penting sebab BMKG bisa memberi early warning system terhadap setiap gejalah alam yang mungkin mengancam keselamatan jiwa masyarakat.

“Peringatan dari pihak BMKG Itu yang kita gunakan dan BNPB/BPBD kita siagakan, sehingga saat banjir besar itu terjadi tidak ada korban jiwa, siang malam terus kita lakukan evakuasi, dan sejak saya sebagai komando [tanggap darurat] semua perangkat, camat, kepala desa dan lurah semua bergerak, sebab saya turun langsung,” jelasnya.

“Ada upaya paksa sedikit yang kita lakukan, semata-mata adalah untuk menyelamatkan warga,” tambahnya.

Terkait pasca bencana, pihaknya menyebut prosesnya berjalan dengan baik. “Pasca bencana sedang berjalan, semua kita upayakan, kesehatan kita masih lakukan, pendidikan anak-anak [korban bencana] kita antisipasi, jadi bukan dari segi perumahannya saja,” katanya.

Berdasarkan data BNPB, Kerugian Materil mencakup rumah hanyut 370 unit dan terendam 1.837 unit. Banjir juga menyebabkan lahan pertanian tergenang dengan rincian lahan sawah 970,3 ha, jagung 83,5 ha, dan lainnya 11 ha, sedangkan sektor perikanan yaitu tambak seluas 420 ha.

Baca juga : Tiga Mahasiswa Sultra Asal Konawe Utara Yang Tiba dari Hubei Tidak Dikarantina

Bahkan satu perkampungan di wilayah itu yakni desa tapuwatu dari 80 unit rumah penduduk yang menghuni wilayah tersebut, tinggal 7 unit rumah yang masih berdiri tegak.

“Rencananya akan segera kita jadikan kawasan wisata sebagai tempat pembelajaran penanggulangan kebencanaan, akan kita jaga dan tata agar menjadi pesan sebagai langkah antisipatif sehingga masyarakat mau menjaga lingkungannya,” pungkasnya.(ade/ema)

Tinggalkan Balasan


Back to top button
error: Content is protected !!
Close