DAERAH

Hadiri Rapat Paripurna DPRD Butur, Bupati Abu Hasan: Buton Utara Miliki Prasyarat Menjadi Kab. Butur Maju


Buranga, OborSultra.com – Rapat paripurna istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buton Utara (Butur) dengan agenda pokok mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia Jiko Widodo, dilaksanakan di gedung Sekretariat DPRD Kab. Butur, Jumat (14/8/2020).

Rapat dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-75 Kemerdekaan RI Tahun 2020, diikuti oleh bupati Buton Utara, Drs. H. Abu Hasan, M.Pd, jajaran Forkopimdo Kab. Butur, anggota DPRD Kab. Butur, OPD, tokoh masyarakat serta seluruh camat dan kepala desa se-Kabupaten Buton Utara.

Dalam acara tersebut, bupati Butur, Abu Hasan, mengatakan tema kemerdekaan tahun ini sangat tepat.

“Tema hari ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini sangat tepat yaitu Indonesia Maju. Ini bisa diadopsi oleh daerah-daerah menjadi Sulawesi Tenggara Maju atau Kabupaten Buton Utara Maju,” kata Abu Hasan.





“Kita mempunyai prasyarat menjadi daerah yang maju, misalnya Sultra Maju karena mempunyai prasyarat mempunyai daerah tambang serta sumber daya alam lainnya yang memungkinkan untuk menjadi Sultra maju,” lanjutnya.

“Kabupaten Buton Utara juga punya prasyarat untuk menjadi Butur Maju karena kita mempunyai potensi sumber daya alam yang memungkinkan untuk itu. Kita maju dari sisi ekonomi kerakyatan, selama lima tahun ini kita berhasil membangun sistem pemerintahan yang bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN), serta telah mencoba membangun sumber daya manusia,” jelasnya.

“Sebuah daerah akan maju kalau sumber daya alamnya cukup bagus, sumber daya manusianya baik serta sistem pemerintahan yang bebas dari unsur KKN. Buton Utara memiliki semua prasyarat itu, sehingga tepat jika tema Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini Indonesia Maju,” terangnya.

Abu Hasan juga mengatakan, pelaksanaan upacara peringatan 17 Agustus 2020 nantinya akan dilaksanakan di lapangan Raj Jin yang akan diikuti oleh beberapa unsur saja karena harus mengikuti protokol kesehatan.

“Upacara tahun ini tidak lagi seperti tahun lalu, menunggu detik-detik kemerdekaan baru kemudian kita laksanakan upacara. Yang kila laksanakan adalah upacara bendera biasa yang disebut upacara bendera hari ulang tahun proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia,” ungkap Abu Hasan.

“Bagi yang tidak mengikuti upacara disarankan mengikuti melalui aplikasi zoom, yang mana mereka memiliki ID dan Password supaya terasa disetiap individu bahwa kita sedang berhari ulang tahun kemerdekaan, agar ada internalisasi nilai pada diri setiap warga negara Indonesia,” tutup Abu Hasan.(ema)


Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Back to top button
Close