HUKUM

Suami Bongkar Aib Luh Dwi Yustiawati, Dari SPG Sampai Menjadi Anggota Dewan


Denpasar, OborSultra.com – Suami Anggota DPRD Bali Ni Luh Dwi Yustiawati, Ketut Leo, pernah angkat bicara perihal kehidupan istrinya itu yang dari seorang SPG sampai akhirnya menjadi Anggota Dewan di DPRD Bali.

Ia membenarkan keretakan rumah tangganya dengan anggota DPRD Provinsi Bali dari Fraksi PDIP Dapil Klungkung, Ni Luh Kadek Dwi Yustiawati yang pertama kali diungkit oleh akun Facebook (FB) Gede Jimba dan Sekar Jepun.

Tak hanya itu, Ketut Lea juga membongkar aib sri kandi PDIP berwajah cantik tersebut.

“Apa yang dipaparkan oleh kedua akun FB itu benar. Saya tidak tersinggung dan memang benar itu sifat buruk istri saya beserta keluarganya,” beber Lea didampingi krama relawan perjuangan masyarakat Sental Kangin, Jumat (13/12/2019) silam.

Padahal kata Lea, sejak dari awal, ia mengaku terus men-support kehidupan Ni Luh Kadek Yustiawati.

Baca juga : Diduga Selingkuh, 2 Anggota DPRD Bali Dipecat PDIP

Bahkan demi Lea mengaku rela meminjam uang sebesar Rp 50 miliar demi istri tercinta dimana uang itu digunakan untuk membiayai kampanye dan kehidupan mewah Ni Luh Kadek Dwi Yustiawati bersama keluarganya.

“Itu saya lakukan dari sejak dulu hingga sekarang. Tak hanya uang, masih banyak lagi benda berharga seperti perhiasan dan lain sebagainya,” tambah pria yang juga akrab disapa Ketut Leo ini.

Lea mengklaim dialah yang mengangkat kehidupan Yustiawati dari kehidupan susah hingga menjadi yang sekarang.

“Kurang baik apa coba. Saya yang keluarin dia dari SPG. Saya juga yang sekolahin. Dulunya naik motor dan dikasih mobil karena sempat cacat. Juga biaya hidup gelamornya, kini jadi anggota dewan. Saya loh dikejar hutang hanya demi dia dan keluarganya. Sekarang malah dia tega telantarin saya,” beber Lea yang juga pengusaha property ini.

Lebih lanjut, Lea juga menjelaskan bahwa Yustiawati dan keluarganya banyak dibantu dari nol hingga sang istri dijadikan seperti putri raja yang manja di kerajaan.

Semuanya serba difasilitasi. Walaupun sifat istri seperti itu, ia tetap memaklumi dengan sifat Yustiawati yang masih kekanak-kanakan. Namun semua berubah. Terlebih lagi setelah wanita yang akrab disapa Deren itu terpilih menjadi anggota DPRD Bali dari fraksi PDIP.

Meski begitu, Lea berharap peraih suara tertinggi di dapilnya itu tetap bisa belajar berkorban, berbaur, dan berbakti dan mengasihi masyarakat. Walaupun faktanya seperti saat ini.

Bahkan sebelum akhirnya menggugat cerai Deren, Lea sebagai suami selalu memberikan nasehat. Namun saat diberikan nasehat, Deren kerap berontak dan sering melawan suami.

“Walaupun dia anak kemarin sore, umur muda, berotak, tetap saja nama baik dan jasa jasa dimata masyarakat tercemar. Wong, kebaikan saya selama ini membuat dia terpilih dengan suara terbanyak kok,” bebernya.

Tak sampai di situ, menurut Lea, kelakuan tak terpuji yang dilakukan Deren beserta keluarga mulai nampak lagi. Bahkan nampak secara terang-terangan. Yang mana, kata Lea, Deren saat ini jarang tinggal di rumah. Dia tidak pernah melakukan kewajibannya sebagai seorang istri.

Baca juga : Anggota DPRD Bali Luh Dwi Yustiawati Bantah Selingkuh Dengan KD

Walaupun begitu, Lea berjanji akan terus mencicil janji kampanye istrinya kepada masyarakat Klungkung. Dalam kesempatan ini, Lea menyampaikan permohonan maaf kepada para semeton, tim sukses, relawan, maupun pemilih yang sudah barbuat baik dengan Deren.

“Ya saya tetap mencicil, sebab itu kewajiban saya untuk mengayominya,” bebernya.

Untuk itu, dengan keputusannya, Lea menegaskan jika kedepannya Ni Luh Kadek Dwi Yustiawati melakukan kesalahan dalam menjalankan tugas sebagai anggota dewan terpilih, maka bukan bagian tanggungjawabnya lagi.

“Saya sudah sudah melapor ke kantor polisi terkait dia (Deren) meninggalkan rumah, dan penelantaran suami. Ya saya menceraikan dia. Silahkan menikmati gaji dari hasil perjuangan saya,” tandasnya.

Baca juga : Mobil Bergoyang, IDI Kendari Tidak Akan Campuri Urusan Pribadi

Terakhir, Lea juga mengingatkan kepada Deren agar Deren jangan pernah menghianati masyarakat seperti menghianati hubungan rumah tangganya.

“Yang membawa sifat busuk otak iblis ke Masyarakat. Ya saya ambil langkah bercerai ini supaya Masyarakat Klungkung dan Nusa tidak mendapat imbas buruk dari kelakuan wanita ini,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait


Back to top button
Close