DAERAH

Buton Utara Siapkan Petani Untuk Ekspor 700 Ton Biji Mete Organik Ke Pasar Eropa


Buranga, OborSultra.com – Kabupaten Buton Utara (Butur) merupakan salah satu kabupaten yang berada di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara yang terkenal dengan jargon Kabupaten Organik kini mulai persiapkan petani jambu mete untuk memenuhi permintaan ekspor 700 ton biji mete ke pasar eropa tahun ini.

Hal tersebut ditandai dengan dibentuknya kelompok-kelompok petani jambu mete organik di beberapa kecamatan serta masifnya penyuluh pertanian di masing-masing desa dalam memfasilitasi masyarakat.

“Kami sangat senang dan bersemangat dengan adanya program Pemda Buton Utara yang seperti ini, mengingat sebagian besar kegiatan masyarakat khususnya desa Labuko adalah petani jambu mete,” kata Pattimura, PPL Desa Labukao, yang di wawancara oleh OborSultra.com, Minggu (16/8/2020).

“Selama ini, hasil produksi biji jambu mete dibeli oleh pengumpul yang datang dari luar kabupaten tanpa adanya ketentuan harga. Harga hasil biji mete masyarakat ditentukan oleh para pengumpul, sehingga berapapun harga yang diberikan sudah itulah yang diterima oleh masyarakat,” lanjutnya.

“Hampir seluruh desa di Kabupaten Butur ini memiliki lahan jambu mete. Luas lahan untuk Desa Labuko saja sekitar 230 hektar, belum lagi desa-desa lain juga mempunyai lahan jambu yang sangat luas sehingga dengan terbukanya pasar eropa untuk hasil pertanian jambu mete organik ini, kami optimis kehidupan masyarakat di desa bisa lebih sejahtera,” terangnya.

Sementara itu, tim ahli bidang pertanian Pemkab Buton Utara, Musyida Arifin, mengatakan program ini adalah hasil kerjasama Pemkab Buton Utara dengan perusahaan Nuts2.

“Kegiatan ini merupakan kerjasama pemerintah daerah Buton Utara dengan perusahaan Nuts2 yang salah satu kegiatannya bergerak dibidang pemasaran produk-produk organik. Rencana ekspor biji jambu mete organik ini merupakan tindak lanjut dari hasil survey tim Nuts2 terhadap tanaman jambu mete Butur beberapa waktu lalu, setelah ekspor kopra putih organik sukses” ucap Musyida.

“Tim Nuts2 perwakilan Indonesia, Floris Graziosa dari Belanda akan datang ke Butur hari Selasa besok (18/8) selama satu bulan untuk melakukan monitoring dan evaluasi desa-desa penghasil biji mete organik di wilayah Kabupaten Buton Utara sekaligus melakukan pendampingan dan fasilitasi kepada petani tentang teknik perawatan, standarisasi serta pengolahan pasca panen tanaman jambu mete organik,” tambahnya.

“700 ton ekspor biji jambu mete untuk tahun ini adalah permintaan terendah. Ini baru uji coba, volume ekspor akan meningkat pada tahun-tahun berikutnya disesuaikan dengan besaran produksi yang bisa dihasilkan oleh masyarakat,” jelasnya.

“Produk hasil pertanian biji jambu mete ini akan dibuatkan sertifikat organik. Sertifikat organik ini sangat penting dan dibutuhkan karena itu adalah syarat mutlak dalam rangka ekspor komoditas ke pasar dunia. Tidak menutup kemungkinan, setelah ekspor kopra putih dan jambu mete kita akan promosikan lagi produk-produk unggulan lain yang ada di wilayah Kab. Butur demi terwujudnya kesejahteraan bagi seluruh masyarakat di Kab. Buton Utara,” tutupnya.(ema)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait


Back to top button
Close