KESEHATAN

Tidak Terima Divonis Covid-19, Keluarga Almarhumah Adukan Ke DPRD Kota Kendari


Kendari, OborSultra.com– Keluarga pasien meninggal yang divonis positif COVID-19 oleh pihak RSUD Kota Kendari, merasa tidak terima pasalnya pihak keluarga merasa janggal dengan vonis dari dokter yang dinilai membingungkan karena pasien diketahui telah lama dirawat di RS karena sakit gagal ginjal namun secara tiba-tiba menyatakan pasien positif COVID-19 setelah beberapa jam meninggal dunia.

Suami korban, Satria Dharma Putra, menjelaskan dia menilai ada hal yang janggal saat sang istri dinyatakan covid. Menurutnya almarhumah sudah beberapa kali di ambil sampel darah untuk di tes penyakitnya, tidak satupun hasil tes menunjukkan bahwa almarhumah positif Covid-19, dan hanya dinyatakan beberapa komplikasi yang dialami oleh almarhumah, salah satunya adalah gagal ginjal.

“Awalnya, ada hasil laboratorium dari Prodia dan hasilnya ginjal, maag. Komplikasilah dan tidak ada indikasi Covid,” kata Dharma saat di temui awak media di rumah duka, Sabtu (17/10/2020).

Ket. foto: Suami almarhumah, Satria Dharma Putra, saat diwawancara awak media.(foto: Syamsul Bahri).

Di tempat yang sama, ketua Himpunan Mahasiswa Toraja (HIMAT) Kendari, Lewi, menjelaskan bukannya mereka tidak mempercayai pihak rumah sakit, hanya saja apa yang menjadi pertanyaan mereka saat ini belum dapat dijawab oleh pihak rumah sakit.

“Bukan kami tidak percaya dengan Covid, sedangkan mahluk haluspun kami percaya. Kami hanya minta agar ada transparansi dari pihak rumah sakit dengan menghadirkan dokter dan memperlihatkan rekam medis almarhumah agar bisa kami sinkronkan dengan hasil swabnya,” jelas Lewi.

Lewi juga mempersoalkan terkait tidak diperbolehkannya jenazah almarhumah di pulangkan ke rumah duka dengan menggunakan fasilitas rumah sakit berupa ambulance tanpa ada alasan yang jelas karena menurutnya ambulance itu merupakan hak bagi seluruh pasien rumah sakit.

“Menurut saya, apa yang di lakukan pihak rumah sakit sangat disayangkan, karena fasilitas rumah sakit itu seharusnya dipakai, mobil jenazah itukan untuk jenazah bukan untuk dokter dan perawat, sudah semestinya apa yang di amanatkan oleh undang-undang harus dijalankan oleh pihak rumah sakit dan bahkan dibayarpun pihak rumah sakit tetap tidak mengizinkan,” terangnya.

Dengan alasan tersebut, selaku ketua Himpunan Mahasiswa Toraja (HIMAT) Kendari, Lewi, meminta tanggapan Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari, LM Rajab Jinik yang dalam hal ini juga sebagai wakil ketua pansus Covid-19 DPRD Kota Kendari.

Menanggapi hal itu, LM Rajab Jinik mengatakan, Komisi III dan Pansus COVID-19 akan melakukan pencarian fakta di RSUD Kota Kendari. Jika nantinya ditemukan kejanggalan, Rajab mempersilahkan pihak keluarga untuk membawa masalah ini keranah hukum.

“Saya pikir, saya atas nama wakil ketua pansus DPRD kota Kendari dan juga sebagai ketua komisi III yang bermitra dengan RS Abunawas kota Kendari akan mengatensi dan menjadi perhatian khusus tentang kasus ini. Saya juga akan menggali informasi lebih detail, pansus covid akan bekerja, jika terjadi kesalahan yang itu merugikan pihak keluarga saya persilahkan untuk dibawa keranah hukum.

Rajab minta agar pihaknya diberi waktu sampai hari Senin untuk menuntaskan kasus ini, serta berharap kepada pihak keluarga maupun pihak HIMAT agar mempercayakan kasus ini ke dia dan tidak melakukan tindakan apa apa.

“Kita minta waktu sampai hari Senin dan saya minta kepada pihak keluarga dan HIMAT jangan dulu melakukan tindakan apa-apa. Percayakan pada kami anggota DPRD yang memang wilayahnya pengawasan atas nama Pansus Covid-19 dan Komisi III untuk mencari fakta-fakta,” jelas Rajab.

Terkait tidak di perbolehkannya menggunakan mobil jenazah, politisi partai Golkar ini juga akan memanggil pihak rumah sakit yang merupakan kemitraan dari komisi III karena menurutnya ini merupakan sebuah kesalahan yang cukup fatal yang di lakukan oleh pihak rumah sakit.

“Kalau yang itu saya pikir sudah menyalahi ketentuan dari teman teman rumah sakit ketika fasilitas negara tidak bisa digunakan masyarakat,” tutup Rajab.(RK)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait


Back to top button
Close