DAERAH

Cegah Penyebaran Covid-19 Bupati Butur Tidak Beri Ijin Keramaian


Buranga, OborSultra.com – Terkait merebaknya virus corona di berbagai Negara dan telah ditetapkan oleh WHO sebagai pandemik dengan status Virus Covid-19 sebagai darurat kesehatan global, maka menindaklanjuti Keputusan Presiden RI No 7 Tahun 2020 tentang gugus tugas percepatan penanggulangan Corona Virus Desease 2019 (Covid-19), Bupati Buton Utara mengeluarkan surat edaran yang menghimbau kepada seluruh masyarakat Buton Utara untuk selalu menjaga kesehatan, dengan membiasakan prilaku hidup sehat(PHBS), menghindari keramain, menghindari kontak fisik, jangan panik dan tetap jalankan aktivitas dengan baik. Hal itu diungkapkan Bupati Abu Hasan saat memimpin Rapat Koordinasi terkait Virus Corona, bersama seluruh jajaran OPD di lingkungan Pemkab Butur, Rabu (18/3/2020) di ruang rapat Bupati.

Rapat koordinasi ini juga merupakan tindak lanjut dari surat edaran Meteri Dalam Negeri RI No 20 Tahun 2020 tentang percepatan penanganan Corona Virus Desease 2019 di lingkup pemerintahan daerah, serta dalam rangka menjaga warga masyarakat Kabupaten Buton Utara dengan memperhatikan perkembangan kasus penyebaran Corona Virus Desease 2019 (Covid-19). Hal ini berlaku mulai dari tanggal 16 Maret sampai dengan 30 Maret 2020.

“Kita sudah menetapkan status darurat tertentu yang kita buat dengan [membentuk] satuan gugus tugas, dimana personilnya dari berbagai unsur terkait, terutama TNI/Polri, dan OPD yang ada diseluruh Kab Buton Utara kita libatkan,” ungkapnya dalam rapat koordinasi tersebut.

Baca juga : Cegah Penyebaran Covid-19, Pemerintah Larang Pengunjung Dari Negara-negara Ini masuk dan transit di Indonesia

Pada rapat koordinasi tersebut Bupati Abu Hasan menyampaikan bahwa menyangkut pelayanan publik, Ia menekankan agar para kepala OPD untuk tetap menjalankan pelayanan publik. “Dinas kesehatan sudah mempersiapkan segala sesuatunya terkait penanganan virus corona ini dirumasakit [rujukan], sekarang tinggal menunggu APD para petugas seluruhnya kita persiapkan dan seluruh kebutuhan untuk penanganan virus corona ini kita ambilakn dari dana tak terduga pemerintah daerah dan dana bencana yang ada di APBD,” ujarnya.

Ia menjelaskan tujuan dari kebijakan tersebut adalah untuk membatasi interaksi atau kontak masyarakat secara berlebih, sehingga mampu meminimalisir penyebaran corona virus tersebut. “Kita sudah laksanakan surat edaran tersebut hari ini, jadi kita liburkan sekolah  karena keputusan ini kan baru hari ini. Jadi untuk menghindari interaksi atau kontak masyarakat terlalu banyak di ruangan publik,” imbuh Bupati Abu Hasan.

Bupati Abu Hasan juga menjelaskan langakah yang sudah diambil pemda Butur dengan menggerakkan dinas teknis untuk mendeteksi potensi yang dianggap bisa menjadi penyebaran virus corona (Covid-19).

Baca juga : Virus Corona: Dinkes Sultra Sebutkan Dua Kabupaten Terbanyak Pemantauan COVID-19

Pada kesempatan itu Bupati Abu Hasan juga mengajak seluruh masyarakat terutama tokoh-tokoh masyarakat setempat agar mensosialisasikan pola hidup sehat, sehingga terhindar dari penyebaran berbagai virus. Karena menurutnya, tidak cukup hanya pemerintah saja, tokoh-tokoh masyarakat juga harus menghimbau masyarakat untuk melaksanakan prilaku hidup bersih dan sehat.

“Hal hal yang sifatnya tidak penting, misalnya rapat di tempat terbuka dan sebagainya, sebaiknya dihindari dulu,” pungkasnya. (ema)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait


Back to top button
Close