fbpx
NASIONAL

Presiden Jokowi Beri Arahan Baru Dalam Penanganan Virus Corona (Covid-19)


Jakarta, OborSultra.com – Presiden Joko Widodo memberikan beberapa arahan baru terkait percepatan penanganan Virus Corona Desease 2019 (Covid-19). Seluruh unusur gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 diminta mesti gesit.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Virus Corona Achmad Yurianto mengungkapkan arahan baru itu menyangkut mulai soal pemeriksaan spesimen hingga penyaluran bantuan.


“Seluruh unsur dari gugus tugas percepatan penanganan Corona Virus hingga pemerintah pusat dan daerah harus solid,” ungkap Yurianto di Gedung Badan Penanggulangan Bencana Nasional Jakarta, Sabtu (18/4/2020).

Kepala Negara juga berkali kali menegaskan supaya kerja-kerja penanganan Virus Corona dipercepat. Dia tak ingin masyarakat cuma menerima janji-janji.

“Saya turun ke bawah kemarin, saya lihat kebutuhan itu sudah ditunggu masyarakat. Jangan nanti di bawah melihat kita ini hanya ngomong saja tapi barangnya tidak sampai ke rakyat,” kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat.

Baca Juga:

Berikut Arahan Jokowi:

Perbanyak Uji Sampel
Jokowi memerintahkan kepada kepala daerah memperbanyak tes Virus Corona (Covid-19) serta agresif melacak rekam jejak perjalanan dan kontak fisik warganya. Tes itu untuk menekan laju penyebaran virus
“Saya sampaikan kepada pemerintah daerah untuk meningkatkan sampel tes secara masif juga harus terus menggalakkan isolasi diri yang ketat,” kata Jokowi di Jakarta, Sabtu 18 April 2020.

Konsultasi Online
Jokowi meminta masyarakat maksimal menggunakan aplikasi online untuk memeriksakan kesehatan. Pemeriksaan lewat online juga bisa meminimalisir penularan sebab pasien dan dokter tak saling bertemu.

“Pemerintah Pusat bekerja sama dengan sejumlah platform online untuk konsultasi gratis. Rumah sakit tak berdinding itu antara lain Halodoc dan Sehatpedia. Aplikasi konsultasi online tersebut didukung lebih dari 20.000 dokter berlisensi dan berpengalaman. Ini yang belum banyak diungkap bahwa kita memiliki Rumah Sakit tanpa dinding, telemedicine. Ini sangat bagus kalau ini bisa disampaikan,” kata Jokowi

Efektif dalam Berkomunikasi
Jokowi memerintahkan data terkait Covid-19 diintegrasikan. Seluruh data dari pemerintah daerah, kementerian, hingga gugus tugas harus sama agar tak menimbulkan kebingungan di masyarakat.

“Data terkait jumlah orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), pasien positif, hingga meninggal. Data juga menyangkut jumlah warga yang telah melaksanakan tes cepat atau rapid test dan tes polymerase chain reaction (PCR). Semuanya harus ada dan terbuka hasilnya sehingga semua orang bisa akses data ini dengan baik,” tegas Jokowi.

Cegah Hoaks Corona
Jokowi melihat masih banyak hoaks seputar informasi Virus Corona. Hoaks itu menyebar di berbagai paltform media online.

“Saya ingin pemerintah, aparat, dan masyarakat bekerja sama memberantas hoaks. Ini agar hoaks bisa dibendung. Hoaks itu menyebar di berbagai paltform media online,” pinta Jokowi.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mencatat sebanyak 554 informasi bohong atau hoaks seputar virus Korona tersebar secara daring. Hoaks diedarkan di 1.209 akun di media sosial Facebook, Instagram, Twitter, maupun YouTube.

“Kami sekali lagi mengajak dan meminta kepada platform digital untuk lebih aktif melakukan proses take down ini. Kami tentu akan mengacu pada Undang-Undang ITE dan undang-undang terkait lainnya,” ucap Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate.

Penyaluran Logistik Mesti Lancar
Jokowi memerintahkan agar penyaluran logistik dipastikan lancar oleh semua pihak. Dia tak ingin melihat ada kekurangan-kekurangan di daerah. Dia memerintahkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengingatkan kepala daerah menjamin ketersediaan bahan pokok di daerah masing-masing. I

“Diingatkan untuk menjaga ketersediaan bahan pokok, membuat perkiraan ke depan sehingga bisa memastikan tidak terjadi kelangkaan bahan pokok dan harga yang masih terjangkau,” kata Jokowi.

Penyaluran Bantuan Tepat Sasaran
Jokowi memerintahkan pemberian bantuan cepat dan tepat sasaran. Dia ingin masyarakat segera mendapat bantuan terlebih di masa kesulitan ekonomi saat ini.

“Saya minta minggu ini semuanya harus bisa jalan. Ini sudah sangat mendesak, baik yang berkaitan dengan Kartu Prakerja, Program Keluarga Harapan, Bansos Langsung, dan Kartu Sembako,” tegas Jokowi.

Pemerintah mengucurkan dana Rp405,1 triliun dari APBN 2020 untuk penanganan Covid-19 dengan rincian Rp70,1 triliun untuk Insentif Perpajakan dan Stimulus Kredit Usaha Rakyat (KUR), Rp75 triliun di bidang Kesehatan, Rp110 triliun untuk Perlindungan Sosial, dan Rp150 triliun untuk Program Pemulihan Ekonomi Nasional.

Jokowi juga memerintahkan seluruh kementerian/lembaga dan pemerintah daerah merealokasi anggaran untuk percepatan penanganan korona. Dia meminta dana-dana yang tak mendesak dialihkan untuk penanganan Covid-19.(*ema)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Back to top button
Close