HUKUM

Didampingi Kuasa Hukum Tim Kopi Johny Hotman Paris, Erlita Dewi Tuntut Hak Asuh Ketiga Anaknya

"Sebelum putusan perceraian ada beberapa kesepakatan yang dibuat oleh mantan suami terhadap Erlita namun tak terealisasi"


Kendari, OborSultra.com – Pasca kematian putri pertamanya AP (14th) yang dinilai ada kejanggalan, Erlita Dewi kini menempuh jalur hukum untuk menuntut hak asuh ketiga anaknya hasil pernikahan dengan Agung Wahyudi Rahardjo seorang pimpinan bank syariah ternama.

Diketahui, Erlita Dewi dan Agung Wahyudi Rahardjo menikah pada 23 April 2015, dikaruniai 4 orang putri. Awalnya kehidupan mereka bahagia, hingga kehadiran wanita lain yang merupakan teman dekat Erlita sendiri menjadi sumber malapetaka pernikahannya. Suami Erlita kepincut pada teman dekatnya yang akhirnya menggugat cerai Erlita pada Mei 2018 kemudian menikah dengan wanita simpanannya pada 2019.


Sebelum proses perceraian diputuskan, ada beberapa kesepakatan yang telah ditanda tangani oleh Agung dan Erlita pada 28 Mei 2018, baik itu tentang hak asuh anak yang dilakukan secara bersama-sama maupun tentang hak-hak Erlita lainnya.

Baca Juga:

Namun malangnya, delapan kesepakatan yang sudah ditanda tangani berdua ternyata tak satupun direalisasikan oleh mantan suami Erlita. Bahkan untuk menjenguk anak-anaknya saja Erlita mengalami kesulitan, nomor HPnya diblokir oleh mantan suami. Tidak hanya itu, facebook dan IG Erlitapun di unfollow oleh mantan suami dan keluarganya, sehingga ia sulit untuk bertemu dengan anak-anaknya.

Melalui kuasa hukumnya, Putri Maya Rumanti, SH & Partner (Tim Kopi Johny Hotman Paris), Erlita menuntut hak asuh atas ketiga anaknya tersebut.

Dalam konferensi pers yang digelar oleh Tim Kopi Johny Hotman Paris dengan tagar #KEADILANUNTUKERLITA, digelar di hotel Liras Kendari, Sabtu (17/4/2021), Putri Maya Rumanti menjelaskan bahwa kedatangan mereka ke Kendari adalah atas permintaan keluarga dan para sahabat Erlita serta netizen seluruh Indonesia dalam rangka untuk memberi dukungan dan pendampingan atas kasus hukum yang dilaporkan oleh Erlita Dewi kepada mantan suaminya, Agung Wahyudi, sesuai LP Nomor: LP-B/92/IV/RES.1.24./RESKRIM/SPKT Polresta Sidoarjo, tanggal 1 April 2021.

Ket. foto: Didampingi Kuasa Hukum Tim Kopi Johny Hotman Paris, Erlita Dewi Tuntut Hak Asuh Ketiga Anaknya.(Foto: Rabiah).

“Dalam putusan perceraian tidak ada hak asuh anak, dalam artian belum ada putusan pengadilan tentang hak asuh anak apakah pada ayahnya atau ibunya,” ungkap Putri.

Ditambahkan, sebelum putusan perceraian ada beberapa kesepakatan yang dibuat oleh mantan suami terhadap Erlita namun tak terealisasi, bahkan hasil putusan pengadilan tentang hak-hak Erlita tak satupun terpenuhi.

“Jadi kalau ibu Erlita mau ketemu anaknya, kata mantan suaminya sesuai isi perjanjian ini, akan dibiayai. Ini boro-boro biaya, telpon saja nggak bisa,” tambah Putri.

Kuasa hukum Erlita mempertanyakan apakah memang seorang ayah yang ketika mengetahui anaknya sakit sementara ibu kandungnya sendiri tidak diberikan informasi.

“Harusnya, seorang ayah ketika mengetahui anaknya sakit, ibu kandungnya disampaikan ini anaknya sakit lho, bagaimana kita mengobatinya. Bahkan ibu Erlita datang ke Sidoarjo untuk menjenguk anak-anaknya menggunakan biaya sendiri, padahal dalam isi perjanjian, ketika ibu Erlita mau ketemu anaknya akan dibiayai transport dan akomodasinya. Perjanjian itu juga sudah disahkan di notaris, namun ibu Erlita tidak mendapatkan salinan putusannya,” terangnya.

Menurutnya, Erlita bukan dengan sengaja memberikan anak-anaknya kepada mantan suaminya untuk diasuh, tapi anak tersebut diambil dan semua komunikasi di blokir.

“Kami akan buktikan , kami akan memperjuangkan hak-hak perempuan apalagi hak-hak seorang ibu yang merasa anak-anaknya tidak mendapatkan pengasuhan yang baik,” tegas Putri.

Sementara itu, Erlita Dewi yang juga berada diruang konferensi pers mengatakan bahwa saat ini ketiga anaknya sudah bersamanya.

“Kemarin saya sudah meminta permohonan untuk perlindungan ketiga anak saya dan alhamdulillah ketiga anak saya sudah dalam perlindungan anak, juga saya sebagai ibunya dalam pengawasan pihak Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Jadi memang selalu harus bersama anak-anak saya selama proses ini,” jelas Erlita Dewi.(ema)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker