INTERNASIONAL

Penjual Follower Palsu Instagram Untuk Influencer Internasional Ditangkap di India

18 selebritas sudah diminta keterangan setelah ketahuan menggunakan jasa follower palsu


New Delhi, OborSultra.com – Awal pekan ini, kepolisian Mumbai mengungkapkan skandal penipuan internasional yang melibatkan jutaan akun palsu.

Bermula dari laporan seorang penyanyi India, Bhoomi Trivedi, yang menjadi korban penipuan akun palsu. Seseorang berpura-pura menjadi Bhoomi di Instagram untuk menguras orang lain.

“Beberapa teman musisi dan pengikut memberi tahu kalau mereka menerima pesan dari agensi PR telah memverifikasi akun Instagram saya dengan biaya Rs 4.000 (Rp787 ribu),” kata Bhoomi kepada Mumbai Mirror.

“Saya kaget melihat penipu menggunakan tangkapan layar percakapan mereka dengan pengelola akun palsu sebagai testimoni.” Dia berujar ada temannya yang juga menjadi korban.

Divisi Kriminal Unit Intelijen Pusat Mumbai mencokok warga Kurla pada 14 Juli. Lelaki 21 tahun itu mengelola followerskart.com yang diduga menjual jumlah pengikut dan like palsu. Terduga dikabarkan menyediakan setengah juta pengikut palsu untuk 176 akun di Facebook, Instagram, Twitter, TikTok dan platform medsos lain. Polisi menemukan tiga rekening akun dengan namanya, yang masing-masing memiliki transaksi sekitar Rs 900.000 (Rp177 juta).





Hasil interogasi lebih lanjut menunjukkan followerskart.com adalah bagian dari lingkaran penipuan internasional lebih besar. Situs semacam ini menciptakan akun bodong yang bertujuan menaikkan jumlah pengikut dan suka pada profil medsos influencer. Para oknum bertindak sebagai agen manajemen media sosial dengan menciptakan akun palsu, serta menjual pengikut dan menambahkan jumlah suka baik untuk akun palsu maupun asli.

Diperkirakan ada 100 situs mirip followerskart.com di India, dan polisi baru berhasil mengidentifikasi 54 situs. Sejumlah akun medsos yang ditemukan memiliki banyak pengikut palsu digunakan untuk menyebarkan berita palsu.

Kepolisian India sampai membentuk tim investigasi khusus yang merupakan gabungan CIU dan unit keamanan siber. Ini kali pertama tim investigasi dibentuk untuk menyelidiki aktivitas ilegal di media sosial.

18 selebritas, termasuk sutradara film, koreografer dan model, wajib menghadap polisi karena memakai jasa pengikut palsu.(*)


Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Back to top button
Close