PENDIDIKAN

Kasus Positif COVID-19 di Sultra Meningkat, Wali Kota Kendari Belum Ada Rencana Batalkan PTM


Kendari, OborSultra.com – Kasus COVID-19 di Sultra bertambah 22 menjadi 10.697 orang yang tertular. Sementara kasus sembuh dari COVID-19 hingga hari ini di Sulawesi Tenggara menjadi 10.218 orang. Tim Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat total warga di provinsi itu yang terinfeksi positif COVID-19 pada Sabtu (19/6/2021) bertambah 22 orang.

Juru Bicara Satgas COVID-19 Sultra La Ode Rabiul Awal di Kendari, Sabtu, mengatakan perkembangan kasus COVID-19 hari ini lebih banyak penambahan kasus positif baru daripada jumlah pasien sembuh.


“Rincian kasus positif baru hari ini masing-masing dua orang dari Kabupaten Kolaka Utara dan Kota Baubau, satu dari Kabupaten Buton Selatan, enam dari Konawe, tiga dari Konawe Selatan dan delapan dari Kota Kendari,” kata dia.

Baca Juga:

Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi atensi dari semua pihak untuk terus meningkatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan COVID-19.

Sementara itu, Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengatakan sejauh ini pihaknya belum ada rencana membatalkan pembelajaran tatap muka (PTM) yang sudah diagendakan dimulai pada tahun ajaran baru, Juli 2021.

“Saya kira tidak, [rencana pembatalan belajar tatap muka]. Inikan angkanya (penambahan kasus COVID-19, red.) masih sangat kecil, terkendali,” ujar Sulkarnain, Sabtu (19/6/2021).

Meski demikian, ia mengingatkan masyarakat untuk selalu meningkatkan kesadaran dalam menerapkan protokol kesehatan 5M yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari mobilitas dan menjauhi kerumunan guna menekan angka kasus dan memutus mata rantai COVID-19 di daerah itu.

“Tetapi kita tidak boleh lengah, tidak boleh menghilangkan kewaspadaan kita, tidak boleh mengabaikan protokol COVID-19,” ujar dia.

Jika nantinya PTM diberlakukan, pihakanya memberikan izin pembukaan sekolah dengan beberapa syarat salah satunya 80 persen guru harus sudah melaksanakan penyuntikan vaksinasi COVID-19.

Syarat lainnya yang wajib dilakukan pihak sekolah adalah memastikan ketersediaan sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan protokol kesehatan COVID-19 guna melindungi para siswa dari penularan virus corona.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa nantinya pembelajaran tatap muka juga akan diberlakukan tiga kali pertemuan dalam seminggu dengan dihadiri 1/3 dari jumlah siswa dalam satu kelas.

“Jadi jumlah peserta didiknya tidak seperti dulu sebelum ada COVID-19. Bukan setengah lagi tetapi sepertiganya, sepertiga dari jumlah siswanya yang boleh ikut dan di sif,” ujar dia.

Meski demikian, ia menegaskan jika nantinya saat PTM ditemukan ada siswa terinfeksi COVID-19, maka pemerintah setempat menghentikan pembelajaran tatap muka di sekolah itu.

“Dan kita juga memilih sekolah yang jumlah siswanya masih bisa kita kendalikan ini jumlah siswa di bawah 500 orang itu yang kemudian kita inginkan untuk memulai nanti sambil kita lihat perkembangannya,” pungkasnya.

Siapa Tokoh Pilihan Anda Pada Pilgub Sultra Tahun 2024?

Terkait kasus meninggal akibat COVID-19 di Sulawesi Tenggara, Juru Bicara Satgas COVID-19 Sultra La Ode Rabiul Awal mengatakan juga ada penambahan satu orang dari Kabupaten Konawe satu orang laki-laki usia 38 tahun sehingga total kasus meninggal akibat terinfeksi virus corona menjadi 223 orang.

“Saat ini pemerintah tengah menggalakkan program vaksinasi, namun belum semua mendapatkan suntikan vaksin COVID-19, oleh karena itu protokol kesehatan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan penting untuk ditaati, sehingga kita bisa menekan penyebaran virus corona di wilayah kita,” demikian La Ode Rabiul Awal dilansir dari Antara Sultra.(*ade)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker