DAERAH

Terima Kedatangan Tim Nuts2, Abu Hasan: Saya Optimis Gerakan Perekonomian Rakyat Buton Utara Semakin Baik


Buranga, OborSultra.com – Tim Nuts2 dan Red River Food perwakilan Indonesia, Floris Graziosi dari Belanda bersama seorang asisten telah menginjakkan kaki lagi di Buton Utara. Tujuan Floris adalah menindak lanjuti Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemda Kab. Butur bersama Kementrian Desa dan Perusahaan Nuts2, yang sempat tertunda akibat pandemi Covid-19.

Kegiatan Floris selama kurang lebih dua bulan di Butur adalah untuk melakukan persiapan ekspor 700 ton komoditas jambu mete organik menuju pasar Eropa di akhir tahun ini.

“Ada beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan sehubungan dengan kedatangan Floris selama 2 bulan di Buton Utara, yaitu persiapan ekspor 700 ton mete organik di akhir tahun ini sekaligus persiapan ekspor untuk tahun berikutnya<” kata Tim Ahli bidang Pertanian, Musyida Arifin, Kamis (20/8/2020).

“Kegiatan sosialisasi terkait sertifikasi organik menyangkut persiapan audit sertifikasi internasional oleh Control Union yang rencananya akan melakukan inspeksi pada bulan September nanti. Kegiatan rekruitmen Internal Control System (ICS) dan Field Officer termasuk pelatihan bagi trainer yang nantinya akan melatih 1.400 petani jambu mete organik di bulan November mendatang,” lanjutnya.

“Selain kegiatan peningkatan kualitas sumber daya petani, Floris juga akan melakukan identifikasi kesiapan infrastruktur seperti lantai jemur, gudang maupun validasi logistik persiapan ekspor,” terangnya.

Bupati Buton Utara, Drs. H. Abu Hasan, M.Pd, menyambut baik dan mengapresiasi kedatangan tim Nuts2 dalam membangun pertanian organik di Kab. Buton Utara.

“Kami mengapresiasi dan mendukung penuh program Nuts2 dalam membangun pertanian organik di Kab. Buton Utara. Beberapa bentuk dukungan Pemerintah Daerah dalam program ini sebagai tahap awal Pemda telah menganggarkan 175 unit handsprayer, 1.500 liter pestisida organik serta hormon buah dan 700 unit parang kacip untuk membelah jambu” ucap Abu Hasan.

“Harapan kami, program mete organik Buton Utara ini bisa diwujudkan dengan rencana ekspor tahap pertama sebanyak 700 ton ke pasar eropa. Pengalaman, kita sudah sukses mengekspor kopra putih organik ke Cina sebagai tahap awal dan itu terus digiatkan oleh masyarakat untuk memenuhi target ekspor berikutnya, sehingga kami merasa optimis mete organik ini juga akan menjadi sumber pendapatan masyarakat yang cukup baik dalam pergerakan ekonomi rakyat, khususnya masyarakat di Kabupaten Buton Utara,” ujar Abu Hasan.(ema)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait


Back to top button
error: Content is protected !!
Close