FIGUR TOKOH

Bupati Abu Hasan Sosok Pemimpin yang Sabar dan Religius


Kata sabar mudah untuk diucapkan namun sangatlah sulit untuk di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam kehidupan bermasyarakat.

Kesabaran dapat dilihat dari cara pandang seseorang terhadap sesuatu hal atau masalah yang dihadapinya. Seseorang yang sabar pastilah mempunyai sifat perhatian dan pemaaf, senantiasa melihat semua persoalan dari akar masalahnya sehingga dalam proses penyelesaiannya akan berdampak positif dan terstruktur.

Dalam diri Raaulullah Nabi Muhammad SAW terdapat banyak nilai keteladanan yang dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah teladan dalam kesabaran (QS. Al-Ahzab : 21). Ketika Rasulullah disakiti, beliau tidak pernah membalasnya, beliau menghadapinya dengan penuh kesabaran.

Dikisahkan, setiap kali Rasulullah SAW melintas di depan rumah seorang wanita tua, beliau selalu diludahi oleh wanita tua itu. Suatu hari, saat Rasulullah SAW melewati rumah wanita itu, beliau tidak bertemu dengannya. Karena penasaran, beliau pun bertanya kepada seseorang tentang wanita itu dan mendapatkan jawaban bahwa wanita tua yang biasa meludahinya itu sedang sakit. Beliau memutuskan untuk menjenguknya, sedangkan wanita tua itu tidak menyangka jika Rasulullah mau menjenguknya.

Ketika wanita tua itu mengetahui bahwa orang yang pertama menjenguknya adalah orang yang selalu diludahinya ia pun menangis dan berbisik “Betapa luhur budi manusia ini, meski tiap hari aku ludahi tapi dialah orang pertama yang datang menjengukku dikala sakit”

Dengan tangisan haru serta bahagia, wanita tua bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Muhammad, mengapa engkau menjengukku, padahal setiap hari aku meludahimu?” Rasulullah SAW menjawab, “Aku yakin bahwa engkau meludahiku karena engkau belum mengetahui tentang kebenaranku. Apabila engkau telah mengetahuinya, aku yakin engkau tidak akan melakukannya.”

Sebagai seorang bupati, Abu Hasan rupanya meniru keteladanan ini. Membangun silaturahmi dengan semua tokoh yang ada di masyarakat dengan pendekatan ketokohannya yakni tokoh budaya pendekatannya dengan budaya, tokoh agama dengan pendekatan agama, dan lain-lain.

“Saya selalu membangun hubungan baik dengan semua tokoh yang ada di masyarakat melalui pendekatan ketokohannya. Untuk berbagai kritikan, saya menghadapinya dengan tenang dan sabar, tidak perlu ditanggapi secara emosi karena saya yakin kritikan itu sembilan puluh persen adalah fitnah, buah dari ketidak puasan. Saya mejadikan sabar dan shalat sebagai kunci bagi semua masalah, dan alhamdulillah banyak yang tadinya sangat kritis akhirnya datang dan menjadi anggota yang militan”

“Semua keputusan saya lakukan dalam keadaan tenang, karena saya paham bahwa sesuatu yang diputuskan dalam keadaan emosi pasti hasilnya kurang baik meskipun itu benar”

“Jika nilai-nilai kesabaran ini dijadikan landasan dalam membangun daerah maka dapat tercipta hubungan yang harmonis antar masyarakat dengan pemerintah sehingga diharapkan program pembangunan yang dilaksanakan dapat terwujud dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat”

Penulis : Rabiah Norma

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait


Back to top button
Close