fbpx
DAERAH

Diskon Series-5 MW Forhati Sultra: Pendidikan Karakter Sebagai Pilar Kebangkitan Bangsa


Kendari, OborSultra.com – Pandemi Covid-19 yang menjadi pandemi global telah mengubah tatanan kehidupan di berbagai sektor. Salah satunya adalah sektor pendidikan. Di Indonesia, berbagai upaya terus dilakukan pemerintah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan mengeluarkan kebijakan penyelenggaraan pendidikan yang mengutamakan aspek kesehatan dan keselamatan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Sistem zonasi yg dilakukan dengan persyaratan ketat menyebabkan beberapa wilayah pada zona tertentu melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Hikmah pandemi Covid-19 bagi dunia pendidikan diharapkan mendorong adanya reformasi kebijakan pada dunia pendidikan.


Majelis Wilayah Forum Alumni HMI Wati (Forhati) Sultra menjawab tantangan tersebut dengan menggelar Diskusi Online (diskon) series-5, pada Sabtu (20/6/2020).

Diskon kali ini diikuti oleh berbagai kalangan dan disiplin ilmu, pesertanya berasal dari seluruh wilayah Indonesia, mengangkat tema Pendidikan Karakter sebagai Pilar Kebangkitan Bangsa (Sebuah Telaah di Masa Pandemi Covid-19).

Baca Juga:

Sekretaris MW Forhati Sultra Periode 2017-2022, Hj. Arniaty DK, SP., M.Si yang juga sekaligus sebagai moderator dalam kegiatan ini mengatakan bahwa diskusi bertujuan untuk mensikapi situasi pandemi dari sektor pendidikan. Pembelajaran jarak jauh menggunakan media virtual menjadi salah satu strategi dalam proses belajar mengajar dimasa pandemi Covid-19.

“Pembelajaran jarak jauh menjadi sebuah keniscayaan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan mempercepat penanganannya. Untuk itu pembelajaran jarak jauh  semakin penting  dan harus diakselerasi,” kata Arny.

“Pembelajaran secara online tidak lagi berfokus pada pencapaian akademik tetapi pada kemampuan peserta didik dalam literasi, numerasi dan pendidikan karakter. Proses pembelajaran melalui daring, yaitu guru membuat tugas untuk dikerjakan oleh siswa melalui aplikasi whatsapp, mesenger, atau facebook. Pembelajaran tidak harus dilakukan sesuai target kurikulum, namun pembinaan karakter tentang apa yang harus dilakukan,” lanjutnya.

Diskon series-5 menghadirkan tiga orang pemateri yaitu, Walikota Kendari, H. Sulkarnain Kadir, SE., ME, mengangkat tema Pentingnya Pendidikan Karakter di Masa Pandemi dalam Tinjauan Sistem Pendidikan Nasional.

Dalam pemaparannya, Walikota Kendari, H. Sulkarnain Kadir, SE., ME, mengatakan bahwa wabah Covid-19 memberi nuansa atau fenomena baru bagi kehidupan masyarakat serta keluarga.

“Covid-19 ini memberikan peluang yang besar terhadap interaksi secara intens dalam sebuah keluarga, keteladanan orang tua kepada anak-anak. Diharuskan melakukan pola hidup baru, perubahan tatanan sosial serta peningkatan kepedulian terhadap sesama yang meliputi rasa empati, solidaritas, karakter kedisiplinan dan kepatuhan,” kata Sulkarnain.

Disamping itu, menurut Sulkarnain bahwa tantangan dari kemajuan teknologi yaitu terjadinya gesekan serta perubahan nilai. Diperlukan kecerdasan finansial dalam mensiasati pemenuhan kebutuhan di masyarakat.

“Tantangan dari kemajuan teknologi yaitu terjadinya gesekan serta perubahan nilai. Pendidikan yang merupakan investasi jangka panjang, saat ini tidak lagi berorientasi pada pembangunan fisik dan infrastruktur. Diperlukan kecerdasan finansial dalam penetapan kebijakannya. Peran bersama rakyat dan pemerintah daerah harus selalu bersinergi dalam pengambilan keputusan agar dampak positifnya dapat dimanfaatkan dan dinikmati oleh masyarakat,” ujarnya.

Selanjutnya, pemateri kedua adalah Pakar Pendidikan Karakter/Akademisi Univeritas Al Azhar Indonesia, Prof. Dr. Nurhayati Djamas, MA, M.Si., membahas tema Tantangan Pendidikan Karakter Era Digital di Masa Pandemi Covid-19.

“Pandemi Covid-19 telah menimbulkan disruption dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Dampak PSBB dibidang pendidikan yaitu dihentikannya proses pembelajaran langsung di sekolah digantikan dengan pembelajaran online yang mana siswa dan guru tetap berada dirumah,” kata Nurhayati.

“Oleh karena pendidikan karakter terintegrasi dalam seluruh proses pendidikan sehingga timbul permasalahan dalam pembelajaran online, antara lain keterbatasan perangkat, beban biaya tambahan, belum tersedianya panduan pembelajaran online, kesiapan guru dengan kompetensi yang belum memadai, serta tambahan beban orang tua dalam pendampingan anak, sehingga berdampak pada proses dan pencapaian hasil belajar yang berhubungan dengan perilaku/karakter,” ucapnya.

Menurut Nurhayati, peran keluarga dan orang tua adalah yang utama dalam pembetukan karakter anak yang mempunyai fungsi komperhensif dalam membentuk kepribadian anggota keluarganya.

“Learning From Home menjadikan keluarga sebagai domain utama pendidikan karakter. Orang tua menjalankan fungsi signifikan sebagai tenaga pendidik (living curriculum) dan teladan (role model) bagi anak-anaknya disamping sebagai pemegang otoritas dalam menanamkan kesadaran benar-salah atau baik-buruk yang menjadi patokan perilaku anak,” lanjutnya.

Pemateri ketiga dengan tema Kesiapan Sekolah/Madrasah dalam Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Karekter di Masa Pandemi, dibawakan oleh Ketua Yayasan Pesantren Ummusshabri Kendari, Dr. Supriyanto, MA.

Pada materi ini, Supriyanto mengatakan bahwa penguatan hubungan antara orang tua dan guru sangat penting dalam pembelajaran daring.

“Perkuat relasi/komunikasi yang baik antara orang tua dan guru yang akan berdampak pada anak dalam hal penyelesaian tugas lebih mandiri, lebih percaya diri, tingginya inisiatif siswa, serta siswa lebih disiplin,” katanya.

Supriyanto menutup materinya dengan mengungkapkan pesan guru dimasa pandemi Covid-19.

“Pesan guru dimasa pandemi Covid-19 adalah tetaplah bahagia, jangan stres karena masa adaptasi, lebih kreatif dan inovatif, guru harus banyak tanya banyak kerja banyak karya, perkuat project based learning, serta fokus kedepan jangan kejar tayang,” tutup Supriyanto.(ema)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Back to top button
Close