DAERAH

Konawe Utara, Langkah Strategis Percepatan Penanganan Covid-19


Wanggudu, OborSultra.com – Kepala Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kabupaten Konawe Utara (Konut), Ruksamin, melaporkan kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat dan Bapak Menteri Dalam Negeri (Mendagri) terkait langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kabupaten Konut, menuju Konut Zero Covid-19, diselenggarakan malam tadi, Kamis (21/5/2020).

Melalui vidio conference (vidcon), Ruksamin menjelaskan 16 langkah upaya strategis yang dilaksanakan Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kabupaten Konut dalam upaya percepatan penanganan Covid-19.

Menurut Ruksamin, ada 16 langkah strategis yang dilaksanakan oleh Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 dalam upaya percepatan Penanganan Covid 19 di Kabupaten Konut.

“Ada 16 langkah strategis yang dilaksanakan oleh Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kabupaten Konut dalam upaya percepatan Penanganan Covid 19, yakni melaksanaan apel darurat bencana non alam kejadian tertentu Covid-19, lalu penyiapan personil lapangan dan personil medis khusus percepatan penanganan Covid-19, kemudian pembuatan Instalasi Gawat Darurat (IGD) khusus pasien Covid-19 dan ruang isolasi infeksius di BLUD RSUD Konut,” kata Ruksamin.

“Langkah berikutnya adalah penyemprotan biosel konasara ke seluruh rumah warga, kantor-kantor, sekolah-sekolah, rumah ibadah serta tempat umum lainnya seperti lapangan, jalan-jalan se Kabupaten Konut, kemudian pembagian bio imun kepada seluruh warga Kabupaten Konut, penyediaan kotak sterilisasi serta tempat cuci tangan pada semua fasilitas umum, kantor-kantor dan rumah warga,” tambahnya.

“Selanjutnya kami juga menyediakan logistik, alat diagnostik dan melaksanakan skrining awal seperti pengecekan suhu tubuh, memperketat penjagaan khusus di pintu-pintu masuk dengan membuat gerbang sterilisasi dan bilik penyemprotan untuk kendaraan atau orang-orang yang akan masuk atau melintas di Kabupaten Konut melalui jalur darat, serta pemenuhan kebutuhan dasar melalui pemberian bantuan sembako dan bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat Kabupaten Konut di 13 kecamatan,” ujar Ruksamin.

“Kemudian, kami melaksanakan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait physical and social distancing atau jaga jarak di tempat-tempat keramaian yang memungkinkan penyebaran virus corona, larangan untuk berkerumun di tengah-tengah masyarakat, menjalankan operasi pasar murah untuk meringankan beban masyarakat, pembagian masker untuk setiap pengunjung pasar atau pembeli. Pengembangan obat herbal yang berbahan dasar tanaman mangrove (bakau) untuk meningkatkan imunitas tubuh dengan nama Biosel Konasara dalam upaya meningkatkan konservasi Sumbar Daya Alam (SDA), pembagian Alat Pelindung Diri (APD) kepada 57 Unit UMKM se-Kabupaten Konawe Utara, serta yang terakhir adalah membeli hasil panen jagung masyarakat oleh Pemerintah Daerah Konawe Utara” lanjutnya.

Dilaporkan juga bahwa akibat Covid-19, harga hasil panen jagung masyarakat turun drastis dan tidak terbeli, sehingga sebagai Ketua Gugus Tugas Pencegahan Covid 19 Kabupaten Konut, Ruksamin, mengkomunikasikan hasil panen jagung masyarakat kepada Perusahaan Pakan di Makassar agar bisa terbeli dengan harga yang memadai.

“Untuk hasil panen jagung masyarakat, akibat wabah Covid-19, harga menurun drastis sehingga tidak terbeli. Oleh karenanya, kami sebagai Ketua Gugus Tugas Pencegahan Covid 19 Konut mengkomunikasikan hasil panen jagung masyarakat kepada Perusahaan Pakan di Makassar Sulawesi Selatan, sehingga bisa terbeli dengan harga yang memadai,” tambah Ruksamin.

“Alhamdulillah, pada Rabu, 20 Mei 2020 sekitar Jam 15.30 WITA, pengiriman perdana jagung hasil pertanian ke Buyer sekitar 200 Ton di tahap awal terlaksana. Insya Allah selesai lebaran akan di lakukan lagi pembelian tahap selanjutnya. Semoga kita lekas Keluar dari ancaman Covid-19,” tutup Ruksamin.(ema)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait


Back to top button
Close