INTERNASIONAL

Pakai Bikini di Balik APD Transparan, Perawat di Rusia Kena Sanksi


Jakarta, OborSultra.com – Seorang perawat pasien Covid-19 Rusia telah ditegur secara lisan karena mengenakan bikini di bawah gaun pelindung tembus pandang sambil merawat pasien, demikian laporan pers setempat, Kamis (21/5/2020).

Perawat dari wilayah Tula kota dibagian selatan Moskow itu langsung viral setelah fotonya yang menunjukkan waktu dia menjalankan tugas dengan menggunakan pakaian provokatif dimana ada seorang pasien lansia yang melihat di latar belakang.

Dari foto yang beredar, perawat yang tak disebutkan namanya itu terlihat mengenakan bikini di balik APD transparan saat merawat pasien. Perawat itu lengkap mengenakan kacamata pelindung dan sarung tangan.

Sejumlah media lokal melaporkan bahwa dia telah mengenakan bikini di bawah gaunnya karena “pakaian itu menjadi terlalu panas di peralatan pelindung [untuk pakaian].” Surat kabar Rossiiskaya Gazeta yang dikelola pemerintah melaporkan bahwa perawat yang tidak disebutkan namanya itu bekerja di zona merah rumah sakit distrik untuk pasien coronavirus.

Meski insiden itu dianggap tak pantas oleh otoritas setempat, perawat itu menerima pujian di media sosial atas dedikasinya melawan pandemi Covid-19. Sejumlah kolega, dokter, dan politisi ramai-ramai membela sang perawat, mengatakan rumah sakit memang kekurangan APD.

Seorang perawat yang bekerja dengan perawat tersebut mengatakan bahwa rekan-rekannya tidak ada yang menegur karena mereka takut dia tersinggung.

“Orang-orang tidak ada yang menegur atau memperingatkan [pakaian] sang perawat,” lapor situs web Newstula.ru, mengutip orang yang tidak mau disebutkan namanya dan membagikan foto tersebut.

Tapi reaksi datang setelah pejabat di Rumah Sakit Tula mengatakan mereka akan mengambil tindakan disipliner terhadap perawat tersebut karena melanggar kode etik cara berpakaian, tanpa menentukan hukuman apa yang akan dijatuhkan.

Pihak berwenang juga meminta keterangan rekan-rekannya tentang persyaratan untuk pakaian sanitasi dan penampilan luar dan meningkatkan kontrol atas staf yang bertanggung jawab untuk APD.

Sementara itu, dokter aktivis Anastasia Vasilyeva menuduh majikan perawat mengeluarkan OPD berkualitas rendah untuk petugas medis.

“Anda dapat melihat dalam gambar dia mengenakan semacam jas plastik,” kata outlet berita Daily Storm mengutip Vasilyeva. “Setelan anti-wabah tidak boleh transparan dan harus terbuat dari kain yang sama sekali berbeda,” ujar Vasilyeva.

Insiden di Tula tersebut menarik perhatian para pejabat tinggi Rusia. Senator Vladimir Krugly mengatakan bahwa itu tidak etis dan tidak profesional dari perawat untuk bertindak seperti itu, tetapi orang tidak boleh menahannya untuk itu.(**)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait


Back to top button
Close