HUKUM

Anggota DPRD Beristri Yang Nikahi Putri Dayak Setuju Bayar Sanksi Adat Rp470 Juta


Pontianak, OborSultra.com – Persoalan oknum anggota DPRD Kota Pontianak, inisial YA, yang sempat heboh karena menikahi putri Dayak secara diam-diam dan tanpa sepengetahuan orangtuanya, akhirnya dilakukan mediasi di kantor Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Pontianak pada Rabu kemarin, 22 Juli 2020.

Pertemuan mediasi di kantor BK DPRD dihadiri oleh pengurus Dewan Adat Dayak Kota Pontianak, Tumenggung Adat Suruk, dan sejumlah pihak keluarga Yolanda dan dihadiri ketua BK. Dalam pertemuan tersebut telah dibuat surat pernyataan bermaterai Rp6 ribu, bahwa YA sanggup membayar uang sanksi adat sebesar Rp470 juta.

Orangtua Yolanda, Aloysius Rewa, mengatakan bahwa pertemuan di kantor BK telah menemui keputusan; YA sanggup membayar sebesar Rp470 juta. Dan penyerahan uang sanksi adat tersebut nantinya akan diserahkan di Rumah Betang Jalan Sutoyo, tempat dilaksanakanya sidang adat.

Baca Juga:

“Penyerahan uang sanksi adat akan dilaksanakan di Rumah Betang, atau sekretariat Dewan Adat Dayak Kota Pontiaanak. Dan saya menolak apabila penyerahan sanksi adat diberikan dalam bentuk satu buah rumah, karena sanksi adat hanya bisa dibayarkan dalam bentuk uang atau emas,” kata Aloysius Rewa kepada VIVA.co.id.

Lebih lanjut, Aloysius mengatakan, ketika dibuat surat pernyataan bahwa YA sanggup membayar, juga turut disaksikan oleh sejumlah saksi. Seperti Tumenggung Dayak Suruk, Andriyawan Hudang, Ketua Dewan Adat Dayak Kota Pontianak Sekundus, dan Ketua Badan Kehormataan DPRD Pontianak H.Widodo.





“Jadi surat pernyataan bahwa Saudara YA sanggup membayarkan sanksi adat sudah dibuat. Tinggal kita tunggu kapan YA akan menyerahkan kepada pengurus Dewan Adat Dayak,” ujarnya.

Baca juga: Tukang Pijit Perkosa Pelanggannya, Suami Dengar Suara Gaduh di Kamar

Aloysius menambahkan bahwa pernikahan antara YA dengan anaknya Yolanda tidak diakui oleh pihak keluarga. Lantaran pernikahan dilakukan oleh YA secara diam-diam tanpa sepengetahuanya dan tidak diketahui pula oleh pihak keluarga lainya.

“Setelah permasalahan ini nanti selesai, saya minta YA dan Yolanda berpisah, dan barang-barang Yolanda yang ada di rumah YA agar diserahkan kepada DAD, atau nanti DAD yang akan mengambil ke rumah YA,” jelasnya. (*ade)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait


Back to top button
Close