GAYA HIDUP

Gunakan APD Nyentrik, Dokter Gigi Nina Agustin Viral di Medsos


Malang, OborSultra.com – Di masa pandemi Corona Covid-19 ini dituntut kreatif agar tetap bisa bertahan secara ekonomi. Banyak cara yang bisa dilakukan seperti membuat alat pelindung diri (APD) yang tampilannya fashionable seperti yang dilakukan dokter bernama Nina Agustin.

Dokter Nina membuka praktik perawatan gigi di Malang. Dengan kreatifnya, dokter Nina membuat terobosan unik dengan memakai APD corona berbagai macam motif yang fashionable. Gaya penampilannya yang modis ini selalu dibagikannya di akun intagramnya Instagramnya @itsneyna.

Unggahan dokter gigi yang sudah memiliki lebih dari 28 ribu followers ini banjir pujian dari netizen. Banyak yang menyebut gaya penampilan dokter Nina sangat fashionable. Banyak yang penasaran dengan APD nyentrik dokter Nina. Seperti diketahui, APD tersebut ternyata dibikin sendiri oleh dokter Nina.

drg Nina mengenakan APD berbentuk kostum dengan berbagai karakter kartun dan warna nyentrik setiap harinya. Bahkan, drg Nina rela merogoh kocek lebih dalam demi memiliki APD tersebut.

Tak main-main, untuk satu pakaian hazmat saja, drg Nina harus mengeluarkan biaya senilai Rp150 ribu – Rp300 ribu sesuai dengan motif dan tingkat kesulitannya.

Sejauh ini dokter gigi yang juga merupakan pemilik klinik gigi bernama Nina Dental Clinic ini memiliki pakaian hazmat yang bervariasi, mulai dari warna kuning, oranye, pink, hingga kararter Marilyn Monroe dan Betty Boop.

Seperti diketahui, sejak kemunculan wabah virus corona, para tenaga medis diwajibkan mengenakan APD selama bertugas memeriksa pasien.

Penggunaan APD ini dilakukan untuk meminimalisir penularan virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19. Selain itu, fungsi APD juga sebagai penghalang terhadap infeksi yang dihasilkan oleh virus dan bakteri.

Dalam hal ini bukan hanya dokter umum, dokter gigi pun harus memakai APD saat menangani pasien di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Meski tergolong tak lazim, namun jangan khawatir, pakaian hazmat drg Nina memenuhi standar yang telah ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni APD level 3.

Penggunaan hazmat tersebut juga dilengkapi dengan alat perlindungan diri lainnya, seperti sarung tangan, masker N95, goggles, face shield, dan sepatu boot.

Rupanya, ada alasan dibalik drg Nina memesan sendiri pakaian hazmat yang disebutnya berkonsep ‘safety, profesional, and beauty in harmony’ ini.

Selain ketertarikannya dengan dunia mode, drg Nina menjelaskan awal ketertarikannya mengenakan APD tersebut tidak terlepas dari rasa keprihatinnya melihat kondisi masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

“Kebanyakan pasien yang datang ke tempat praktik saya itu trauma dan takut melihat dokter-dokter memakai hazmat atau APD yang bentuknya gombor-gombor (besar) dan warnanya putih polos. Apalagi anak-anak mereka biasanya ketakutan,” kata drg Nina, seperti dikutip dari Okezone, Selasa (21/7/2020).

Tak hanya itu, sebagai seorang dokter wanita, dirinya mengaku juga ingin menonjolkan sisi feminimnya. Sebab, menurutnya, memakai aksesori hingga berdandan layaknya wanita pada umumnya membuat dirinya lebih percaya diri dan membangkitkan semangat.

“Meski memakai APD, saya ingin menonjolkan sisi feminin dan girly. Itulah sebabnya pemilihan warnanya enggak jauh-jauh dari pink, nude, merah, pokoknya yang cewek banget. Bootnya juga aku costume, biar ada heelsnya,” ujarnya.

“Aku juga kalau lagi praktik, tetap dandan, pakai soft lens, dan bulu mata palsu. Karena praktiknya nyaman kan secara enggak langsung mempengaruhi mood kita. Kerja pun jadi enjoy,” tambahnya.(*ade)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait


Back to top button
Close