DAERAH

Ruksamin: Solusi Masalah Banjir Di Konawe Utara Harus Komprehensif


Wanggudu, OborSultra. com – Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Ridwan Bae, bersama pejabat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Konawe Utara dalam rangka tatap muka, koordinasi sekaligus meninjau wilayah terdampak banjir di beberapa titik di Kabupaten Konawe Utara, Rabu (22/7/2020).

Turut hadir dalam kunjungan kerja ini, di antaranya Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sultra, Mustaba, S.ST., MT, Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV Kendari ,Dr. Ir. Haeruddin C. Maddi, ST., M.Si, Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional Sulawesi Tenggara, Dr. Ir. Yohanis Tulak Todingrara, MT, Kepala Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi, Ir. Syaiful Rijal, M.Si serta Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sulawesi III, Ir. H. Sugiarjo, MPPM.

Dalam sambutan sekaligus presentasenya, Bupati Konawe Utara, Ruksamin, memaparkan situasi dan kondisi infrastruktur jalan, jembatan dan fasilitas umum yang rusak. Ia berharap infrastruktur yang masuk dalam wilayah kerja Kementerian PUPR mendapat perhatian serta perbaikan.

“Berdasarkan sejarah dan geografis, sungai Lasolo dan sungai Lalindu yang selalu meluap disetiap tahun agar dapat dilakukan pekerjaan perbaikan yang masuk dalam tanggung jawab skala kementerian,” kata Ruksamin.

“Jalur transportasi yang berada di wilayah Kabupaten Konawe di wilayah Morosi yang merupakan jalur utama Trans Sulawesi juga sangat membutuhkan perhatian agar mendapat perhatian dan koordinasi DPR RI dan Kemeterian PUPR,” lanjutnya.





Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Ridwan Bae, dalam sambutannya mengatakan sungai Lasolo perlu penanganan penelitian, peninjauan agar didapatkan cara untuk mengerjakan, lalu kita lakukan pekerjaan penanganan untuk mengatisipasi agar tidak terjadi banjir lagi.

“Sungai Lasolo perlu penanganan penelitian, peninjauan agar didapatkan cara untuk mengerjakan lalu kita lakukan pekerjaan penanganan untuk mengatisipasi agar tidak terjadi banjir lagi,” ujar Ridwan.

“Sudah menjadi tugas saya untuk menyelesaikan masalah jalan ini bersama kementerian PUPR, tetapi saya juga meminta agar Pemerintah Kabupaten Konawe Utara tidak tinggal diam dan tetap melakukan koordinasi. Bendungan juga akan di usahakan di bangun di Konut. Kami datang lengkap ke Konut untuk memenuhi pemikiran dan permintaan bupati,” katanya.

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional Sulawesi Tenggara, Dr. Ir. Yohanis Tulak Todingrara, MT, mengatakan yang menjadi permasalahan dan tantangan di sektor jalan adalah adanya angkutan logistik (batu, pasir, dan lain-lain) yang memiliki tonase tinggi.

“Yang menjadi permasalahan dan tantangan di sektor jalan adalah adanya angkutan logistik (batu, pasir, dan lain-lainl) yang memiliki tonase tinggi,” ungkap Yohanis.

“Hasil rapat kami akan membentuk tim pengawas untuk memantau armada overload angkutan. Berdasarkan target, jembatan Asera akan diupayakan selesai pada bulan Maret 2021. Untuk jalanan di daerah genangan sudah diteliti dan akan di benahi. Jalanan yg rusak baik di tinggikan atau dengan cara lain, sepanjang koridor kami, kami akan benahi,” terangnya.

Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV Kendari ,Dr. Ir. Haeruddin C. Maddi, ST., M.Si, dalam sambutannya menjelaskan Daerah Aliran Sungai (DAS) sungai Lasolo curah hujan di hulunya sebanyak 200 milimeter merupakan siklus volume curah yang seharusnya terjadi setiap 100 tahun.

“Daerah Aliran Sungai (DAS) sungai Lasolo curah hujan di hulunya sebanyak 200 milimeter. ini merupakan kala ulang 100 tahun, yaitu siklus volume curah yang seharusnya terjadi setiap 100 tahun tetapi kini menjadi 1 tahun dengan luas DAS sungai Lasolo 5000 meter persegi perlu penanganan yang lebih komprehensif,” jelas Haeruddin.

Sebagai penutup, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sulawesi III, Ir. H. Sugiarjo, MPPM, mengatakan kebutuhan yang paling mendasar untuk kita adalah air bersih. Banjir di Kabupaten Konawe Utara dan konawe sudah menjadi agenda tahunan sehingga perlu perhatian pemerintah pusat.

“Kebutuhan yang paling mendasar untuk kita adalah air bersih. Banjir di Kabupaten Konawe Utara dan Kabupaten Konawe sudah menjadi agenda tahunan sehingga perlu perhatian dari pemerintah pusat,” papar Haerudin.

“Untung saja Pemerintah Daerah segera menyurat ke kami sehingga kami juga bisa bergerak cepat.Total anggaran bidang kami yang di gelontorkan di Kabupaten Konawe Utara sebanyak 83 M berkat koordinasi dengan Bupati,” tutupnya.(*ema)


Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Back to top button
Close