HUKUM

Baru 3 Bulan Menjabat, Bupati Kolaka Timur Kena OTT KPK

"Andi Merya sebelumnya adalah wakil bupati Koltim periode 2016 - 2021 menggantikan Samsul Bahri Majid yang meninggal dunia disebabkan serangan jantung pada Maret 2021"


Kendari, OborSultra | Bupati Kolaka Timur (Koltim) Andi Merya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Bupati Andi ditangkap dengan dugaan perkara terkait dana bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Kabupaten Kolaka Timur, Sultra.

“Benar, berdasarkan informasi yang kami terima, Selasa, 21 September 2021 sekitar jam 8 malam, tim KPK berhasil mengamankan beberapa pihak dalam kegiatan tangkap tangan terkait dugaan tindak pidana korupsi di wilayah Kabupaten Kolaka Timur, Sultra,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (22/9/2021).


Bupati Andi Merya ditangkap dengan status baru resmi menjabat sekitar 3 bulan sebagai Bupati Kolaka Timur. Melansir situs resmi Pemprov Sulawesi Tenggara, Andi Merya resmi dilantik sebagai Bupati Kolaka Timur pada 14 Juni 2021.

Baca Juga:

Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi melantik Andi Merya secara langsung untuk masa jabatan 2021-2026. Hal ini berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.74-1220 Tahun 2021 per tanggal 2 Juni 2021. Andi Merya sebelumnya menjabat sebagai Wakil Bupati Koltim untuk periode 2021 – 2026.

Andi Merya dilantik menjadi Bupati Kolaka Timur setelah bupati sebelumnya, Samsul Bahri Majid yang meninggal dunia disebabkan serangan jantung pada Maret 2021. Padahal, ketika itu Samsul baru sekitar 21 hari menjadi Bupati bersama dengan Andi Merya yang berstatus wakil bupati.

Andi Merya sebelumnya adalah wakil bupati Koltim periode 2016 – 2021. Sementara itu, 2 periode sebelumnya dia menjabat anggota DPRD Kolaka dan anggota DPRD Koltim.

Bupati Andi ditangkap diduga terkait dana bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Mengutip detikcom, kasus tersebut menyangkut dana Rehabilitasi dan Rekonstruksi pascabencana dari BNPB. Diduga beberapa hari lalu Bupati Andi mendapat bantuan dana tersebut dari BNPB.

Andi Merya ditangkap KPK bersama 5 orang lainnya, salah satunya Kepala BPBD Koltim Anzarullah. Dia diketahui ikut menemani Andi ke kantor BNPB terkait dana bantuan.

“Siapapun pelakunya, kami tidak pandang bulu jika cukup bukti karena itu prinsip kerja KPK,” kata Ketua KPK Firli Bahuri saat dikonfirmasi perihal OTT, Rabu (22/9/2021).

Firli mengatakan bahwa tim KPK masih terus mencari tahu kasus ini. Dia belum dapat memberikan informasi yang lengkap mengenai OTT ini.

“Berikan kami waktu untuk bekerja, nanti pada saatnya KPK pasti memberikan penjelasan secara utuh,” tambah Firli.

Dilansir dari situs LHKPN KPK, Bupati Kolaka Timur terakhir kali mencatatkan harta kekayaannya mencapai Rp 478.078.198. Data ini dilaporkan pada 9 September 2020. LHKPN ini dilaporkan pada waktu dia masih sebagai calon wakil bupati.

Beberapa rincian dari harta tersebut di antaranya tanah dan bangunan senilai Rp 90 juta. Tidak hanya itu, dia diketahui mempunyai harta bergerak senilai Rp 374.400.000. Andi memiliki kas dan setara kas senilai Rp 13.678.198. Andi juga tercatat tidak mempunyai utang.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker