EKONOMI

Bupati Buton Utara Terapkan Teknologi “Solar Dryer Dome” untuk Peningkatan Mutu Hasil Pertanian


Burunga, OborSultra.com – Menjawab tantangan peluang ekspor kopra putih oleh Kementrian Desa (Kemendes) yang bekerjasama dengan PT. Inacom.id, Bupati Buton Utara Abu Hasan mulai menerapkan teknologi Solar Dryer Dome untuk meningkatkan mutu hasil pertanian dalam arti luas (pertanian, perkebunan dan perikanan red.) di Kabupaten Buton Utara.

Abu Hasan disela-sela kesibukannya, kepada OborSultra.com mengatakan bahwa Kabupaten Buton Utara ditantang untuk bisa mengekspor komoditas kopra putih.

“Saat ini kita di tantang oleh Kementeian Desa (Kemendes) untuk mengekspor komoditas kopra putih pada bulan Maret 2020 mendatang. Ini adalah sebuah tantangan sekaligus peluang yang sangat besar dan menarik dalam rangka kemajuan dan pengembangan produk-produk hasil pertanian, perkebunan pada khususnya dan kesejahteraan seluruh masyarakat Buton Utara pada umumnya. Buyernya sudah siap memampung hasilnya yaitu PT. Inacom.id yang sudah bekerjasama dengan Kemendes.” ujar Abu Hasan.

Baca juga : Pemprov Sultra Dorong Petani Tanam Varietas Unggulan Untuk Tingkatkan Produktivitas Padi

Kepala Dinas Perkebunan Kab. Butur Sahrun Akri, SP., M. Si. menjelaskan teknologi Solar Dryer Dome adalah tempat penjemuran hasil pertanian dan perkebunan berupa kubah yang menggunakan teknologi baru dengan sinar matahari atau panas bumi sebagai sumber panas alami.

“Terbuat dari polikarbonat khusus, bahan ini dapat memanaskan ruangan dua kali lipat daripada suhu di luar ruangan. Jika suhu luar 30 derajat, di dalam Solar Dryer Dome bisa mencapai 60 derajat,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk tahap awal pihaknya akan membuat delapan unit Solar Dryer Dome yang rencananya akan disebar di beberapa desa di Kabupaten Buton Utara.

“Tidak menutup kemungkinan Solar Dryer Dome ini akan kita tambah, mengingat funsinya yang bukan hanya dapat digunakan untuk produk pertanian, tanaman pangan dan perkebunan tapi juga dapat di gunakan untuk mengeringkan hasil-hasil laut,” tegas Sahrun.

Ket foto : Teknologi “Solar Dryer Dome” untuk produk pertanian organik Kabupaten Buton Utara

Potensi perkebunan kelapa dalam di Kabupaten Buton Utara sangatlah luas yaitu 5.444 Ha dengan rincian tanaman menghasilkan (TM) seluas 3.744 Ha, tanaman belum menghasilkan (TBM) seluas 1.685 Ha dan tanaman tidak mengjasikan/tanaman rusak (TTM/TR) seluas 968 Ha dengan produksi sebesar 2.632.170 Kg/tahun, atau 2.632,17 Ton/tahun, maka sangatlah baik untuk menerapkan Solar Dryer Dome Technology. Disamping ramah lingkungan, Solar Dryer Dome juga dapat meningkatkan harga kopra yang biasanya kalau kopra asalan dijual dengan harga Rp3.500 – Rp5.000/kg, sedangkan kopra putih hasil pengeringan dengan Solar Dryer Dome harganya mencapai Rp7.000-9.000/kg. Untuk kualitas edibel pasaran harganya mencapai Rp10.500-12.000/Kg.

Tim ahli untuk produk pertanian organik Kabupaten Buton Utara Cynda Musyida, menjelaskan bahwa kelebihan dari penerapan sistim Solar Dryer Dome ini karena tidak menggunakan listrik maupun gas.

“Kelebihan Solar Dryer Dome tidak menggunakan elektrik dan gas sama sekali karena hanya menggunakan panas dari matahari atau panas bumi, pengeringan yang dilakukan dalam ruangan Solar Dryer Dome membuat semua proses pengeringan jauh lebih higienis, waktu pengeringan hanya 3-4 hari karena Solar Dryer Dome dilengkapi dengan sirkulasi udara,” ujarnya.

Ket foto : Kopra Hasil Pertanian menggunakan Teknologi “Solar Dryer Dome” di Kabupaten Buton Utara.

Cynda juga menambahkan teknologi Solar Dryer Dome ini, masyarakat bisa menghemat waktu dan tenaga. “Biasanya petani yang mengeringkan produk pertaniannya membutuhkan waktu 7 hari, artinya dengan menggunakan Solar Dryer Dome kita sudah menghemat waktu dan tenaga yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan pendapatan petani karena harganyapun sudah jauh lebih mahal dibandingkan kopra asalan yang selama ini dikerjakan oleh petani,” pungkas Cynda.(ema)

Tinggalkan Balasan


Back to top button
Close