DAERAH

Gelar Pelatihan Kerajinan Daerah, Dekranasda Kab. Butur Dukung Percepatan Digitalisasi Pasar Kerajinan Menuju Industri 4,0


Buranga, OborSultra.com – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Buton Utara menggelar pelatihan kerajinan daerah, bertempat di ekretariat kantor Lembaga Adat Kulisusu di dalam area Keraton Kulisusu, Minggu (23/8/2020).

Pelatihan yang dilaksanakan selama dua hari terhitung mulai Minggu-Senin (23-24/8) dan diikuti oleh 25 orang peserta yang tergabung dalam Himpunan Pengrajin Indonesia (HPI) Kab. Buton Utara serta kelompok pengrajin lokal se Kab. Buton Utara, mengangkat tema Segi Positif Pandemi Covid-19: Momentum Percepatan Digitalisasi Pasar Kerajinan Menuju Industri 4,0.

Ket. foto: Pelatihan Kerajinan Daerah Dekranasda Kab. Butur.(ist/net).

Ketua panitia pelatihan kerajinan daerah Dekranasda Kab. Butur, Waode Fatmawati Halir, mengatakan kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pemberdayaan kelompok masyarakat dalam pelestarian dan pengembangan adat istiadat serta nilai budaya Kab. Buton Utara.

“Kerajinan daerah diharapkan tidak terlepas dari proses pemberdayaan masyarakat dalam pelestarian serta pengembangan adat istiadat dan nilai budaya untuk menopang peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pendapatan masyarakat. Untuk itu, saat ini kita fokus pada pemberdayaan ekonomi produktif pengembang seni budaya lokal Kab. Buton Utara” kata Waode Fatmawati.

Di tempat yang sama, Ketua Dekranasda Kab. Buton Utara, Ny. Dra. Hj. Sitti Rabiah Abu Hasan, mengatakan pelatihan dilaksanakan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mempertahankan budaya lokal.

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Munas Dekranas yang telah dilaksanakan beberapa hari yang lalu, yang bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat agar tetap mempertahankan budaya lokal serta mendorong peningkatan ekonomi dan kesejahteraan kalompok pengrajin daerah khususnya Kab. Buton Utara, sesuai tema percepatan digitalisasi pasar kerajinan menuju industri 4,0,’ ucap Sitti Rabiah.

“Dengan adanya wabah Covid-19, percepatan digitalisasi pasar kerajinan serta produk-produk unggulan Dekranasda Kab. Butur memang harus segera dilakukan karena model pasar penjualan tidak seperti dulu lagi, yang mana penjual dan pembeli saling bertemu. Model pemasarannya lebih mudah dan sederhana karena kita tidak perlu lagi keluar rumah dalam rangka promosi dan pemasaran produk,” terangnya.

“Diharapkan Dekranasda Buton Utara mampu menjadi lembaga yang handal dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat Buton Utara khususnya, dan ekonomi nasional pada umumnya,” tutupnya.(ema)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait


Back to top button
Close