DAERAH

Butur Tetapkan 8 Kategori Pembayaran Zakat Tahun 2020


Buranga, OborSultra.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Buton Utara bersama Pj sekda Butur Budianti Kadidaa, Kepala Bagian Kesra dan Kemasyarakatan (Kesra) Setda Kab. Buton Utara Hj. Sitti Rabiah Abu Hasan, Kementerian Agama (Kemenag) Muhlisin, Badan Amil Zakat Nasional Kab. Butur H. Suhli serta sejumlah tokoh agama, Rabu (22/4/2020) menggelar rapat tentang penetapan zakat fitrah tahun 1441 Hijriah/2020 Masehi. Rapat yang digelar di aula Setda Butur memutuskan zakat fitrah tahun 2020 memiliki beberapa standar perhitungan yang senilai dengan 2,5 kilogram per jiwa atau setara dengan 3,5 liter beras atau bahan pangan/pokok yang di konsumsi oleh masyarakat.

Sebelum ditetapkan, Kementerian Agama (Kemenag) Muhlisin mempersentasikan harga beras di Butur. Menurutnya, terdapat 8 jenis bahan pokok yang dikonsumsi masyarakat dan memiliki harga yang bervariasi dengan nilai tertinggi beras jenis wakawondu perliter Rp 20 ribu dan harga bahan pokok terendah adalah jagung Rp. 5 ribu perliter.

Setelah melalui berbagai pertimbangan, rapat yang dipimpin langsung oleh bupati Buton Utara Drs. H. Abu Hasan, M.Pd menetapkan delapan kategori bahan pokok. Kategori tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Beras Wakawondu satuan Rp. 20 ribu/liter, 3,5 liter setara dengan Rp. 70.000/jiwa,
  2. Beras Merah Wakawondu satuan Rp. 17 ribu/liter, 3,5 liter setara dengan Rp. 59.500/jiwa,
  3. Beras Hitam Wakombe satuan Rp.17 ribu/liter, 3,5 liter setara dengan Rp. 59.500/jiwa,
  4. Beras Merah Biasa Watanta satuan Rp. 15 ribu/liter, 3,5 liter setara dengan Rp. 52.500/jiwa,
  5. Beras Kepala satuan Rp. 12 ribu/liter, 3,5 liter setara dengan Rp. 42.000/jiwa,
  6. Beras Super satuan Rp. 9 ribu/liter, 3,5 liter setara dengan Rp. 31.500/jiwa,
  7. Beras Dolog satuan Rp. 8 ribu/liter, 3,5 liter setara dengan Rp. 28.000/jiwa,
  8. Jagung satuan Rp. 5 ribu/liter, 3,5 liter setara dengan Rp. 17.500/jiwa.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesra dan Kemasyarakatan (Kesra) Setda Kab. Buton Utara Hj. Sitti Rabiah Abu Hasan menyampaikan teknis pengumpulan zakat fitrah, harta, infaq dan sedekah.

“Untuk pengumpulan zakat fitrah desa dan kecamatan, masyarakat dapat langsung ke masjid atau ke kantor kecamatan dengan menemui pengurus badan amil zakat di masing-masing desa. Untuk OPD yang telah membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ), pengumpulannya zakat bisa langsung di setorkan ke UPZ masing-masing OPD, sedangkan untuk ASN Pemda Butur serta masyarakat yang berdomisili di ibukota kabupaten dapat menyetorkan zakat fitrahnya ke kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kab. Butur,” kata Sitti Rabiah.





“Untuk masyarakat yang akan menyetorkan zakatnya kiranya dapat dilakukan lebih awal sehingga pendistribusiannya dapat dilakukan lebih cepat kepada masyarakat yang wajib menerimanya. Melalui momen ini kita semua dapat bersama-sama bahu membahu meringankan beban hidup masyarakat dimasa pandemi Covid-19 saat ini,” tutup Hj. Sitti Rabiah Abu Hasan.(ema)


Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Back to top button
Close